REFORMASI POLITIK DAN PEMBANGUNAN EKONOMI (POKOK-POKOK PEMIKIRAN SUBCHAN ZE)

MIFTAHUL FARID - NIM. 03121455, (2011) REFORMASI POLITIK DAN PEMBANGUNAN EKONOMI (POKOK-POKOK PEMIKIRAN SUBCHAN ZE). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Diskursus pembangunan telah ramai diperbincangkan sejak dulu, terutama masa Orde Baru yang nota bene mengatasnamakan Orde Pembangunan. Kelahirannya bermaksud mengoreksi Orde Lama yang dianggap mengingkari demokrasi, otoriter dan kurangnya perhatian pada bidang ekonomi. Oleh karena itu strategi pemulihan ekonomi menjadi utama. Dalam perjalanannya, landasan Orde Baru seperti yang dimaksudkan tersebut tidak kunjung tiba seiring konsolidasi kekuasaan pemerintah yang bertumpu pada militer, teknokrat dan pengusaha swasta. Pembangunan hanya berhasil dalam pertumbuhan ekonomi minus pemerataan karena demokrasi politik dan ekonomi masih belum terwujud dan cenderung mengulang praktek Orde Lama yang ditentang oleh Orde Baru sendiri. Subchan Z.E. (1931-1973) adalah seorang tokoh kharismatik yang merangkak dari bawah. Karena kemampuan dalam bidang ekonominya brilian maka kemudian dipromosikan menjadi salah seorang pengurus besar NU. Baginya NU mempunyai potensi besar sebagai aset bangsa Indonesia, oleh karena itu NU harus ikut menentukan bahkan memimpin arah jalannya bangsa Indonesia. Gagasannya terlihat mendahului zamannya, terkesan asing apalagi dikalangan pemimpin NU dan pesantren. Bersama tokoh berbagai elemen masyarakat kiprah dan pemikirannya dalam bidang politik dan pembangunan ekonomi menjadi salah satu bidan bagi kemunculan Orde Baru. Ia secara konsisten memperjuangkan keyakinannya ketika pemerintah Orba mulai mengkonsolidasikan kekuasaannya. Penelitian ini menggunakan perspektif dependensi baru dilengkapi dengan analisis korporatisme negara untuk melihat pembangunan di Indonesia awal Orde Baru. Perspektif tersebut muncul berkaitan dengan perkembangan pembangunan di dunia ketiga yang mengarah pada negara birokratik-otoriter. Negara birokratik otoriter (NBO) memiliki karakteristik; depolitisasi, demobilisasi massa, pembatasan partisipasi ekonomi, dan posisi-posisi puncak pemerintahan biasanya dijabat oleh organisasi militer, teknokrat dan pengusaha swasta besar. Dengan pendekatan biografis diharapkan bisa mengarahkan pada penelusuran dan pemahaman serta pendalaman kepribadian yang membuahkan perkembangan pemikiran dan kiprah seseorang. Metode penelitian yang diterapkan merupakan gabungan dari library research dan field research. Sedangkan sifat penelitian historis faktual dengan langkah heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Secara substansial pemikiran dan peran Subchan ialah sebagai pembaharu (reformis) pertama Orde Baru. Sejak awal Orba, Subchan telah menekankan pentingnya demokrasi politik dan ekonomi, pentingnya pemberantasan korupsi, pentingnya hak asasi manusia (HAM) dan pemilu yang jujur dan bebas dari kecurangan. Baginya kegiatan ekonomi perlu ditopang dan dikontrol oleh kegiatan politik. Sebagai media untuk menetapkan kebijakan ekonomi, kemana kebijakan itu diorientasikan dan bagi kepentingan siapa, itu semuanya merupakan kebijakan politik. Dalam proses pembangunan nasional, demokrasi dibutuhkan sebagai mekanisme kontrol terhadap pelaksanaan pembangunan agar tercipta pemerataan dan keadilan sosial. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Syamsul Arifin, S.Ag., M.Ag.
Uncontrolled Keywords: reformasi politik, pembangunan ekonomi, pemikiran Subchan ZE
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:47
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5427

Actions (login required)

View Item View Item