PERANAN MUHAMAD ROEM DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA

ZAINAL AMRONI - NIM. 03121472, (2011) PERANAN MUHAMAD ROEM DALAM PERJUANGAN KEMERDEKAAN INDONESIA. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK kemerdekaan Indonesia harus diperjuangkan secara fisik melawan penjajah yang ingin kembali menguasai Indonesia. Tetapi perjuangan diplomasi juga tidak kalah pentingnya, termasuk perjuangan memperoleh pengakuan (recognition) atas Republik Indonesia. Karena itu perjuangan fisik dan diplomasi seperti dua sisi dari satu mata uang. Namun, dalam sejarah bangsa ini sisi diplomasi kurang mendapat tempat. Banyak monument didirikan untuk mengenang perjuangan fisik, namun peran para tokoh pejuang diplomasi kurang dikenal dan diakui salah satunya adalah Muhamad Roem. Mohammad Roem dikenal sebagai pejuang diplomasi karena dia seringkali mewakili Indonesia dalam perundingan dengan Belanda. Sebagai tokoh diplomasi dia memegang peranan penting dalam perundingan-perundingan dengan Belanda, setiap terlibat dalam perundingan dia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk menegakkan kemerdekaan Indonesia melalui jalur diplomasi. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah dengan menggunakan pedekatan behavioral dengan landasan teori sejarah biografi. Data dikumpulkan dari bahan pustaka seperti buku-buku, majalah, jurnal, dan lain-lain. Data-data kemudian di analisis dan diuji kredibilitasnya, melalui kritik internal dan eksternal sehingga akan mendapatkan data yang kredibel dan dapat dipertanggung jawabkan. Kemudian data-data yang telah teruji tersebut di interpretasikan untuk menjadi karya sejarah. Dalam penelitian ini diketahui Muhamad Roem tercatat beberapa kali mewakili Indonesia dalam perundingan dengan Belanda. Perundingan yang pernah diikuti antara lain perjanjian Linggarjati pada tahun 1947, perundingan Renville pada Januari 1948, Roem - Rooyen pada tanggal 7 Mei 1949, dan Konferensi Meja Bundar (KMB) pada tahun 1949. Perundingan Roem-Rooyen tersebut telah membuka jalan bagi diselenggarakannya Konferensi Meja Bundar dan selanjutnya pengakuan kedaulatan RI oleh Belanda pada Desember 1949. Dalam perundingan Roem- Rooyen, Mohammad Roem memikul tanggung jawab berat, karena beliau harus mempertahankan wilayah RI agar tidak lebih sempit lagi. Terdapat perbedaan pendapat mengenai Pemerintah Federal Sementara, karena Belanda berpendapat bahwa pemerintah harus dipimpin oleh pejabatpejabat dari Kerajaan Belanda. Sedangkan RI berpendirian bahwa Pemerintah Federal Sementara harus bersifat nasional, sehingga harus terdiri dari orang-orang Indonesia saja. Mohammad Roem juga memperjuangkan hak-hak Indonesia untuk mempertahankan hubungan luar negeri RI dengan negara-negara lain. Hubungan luar negeri inilah yang sangat diperlukan Indonesia dalam menggalang dukungan dari berbagai negara terhadap kemerdekaan Indonesia. Memang benar bahwa dengan proklamasi kemerdekaan, maka Indonesia sebagai negara merdeka telah memenuhi syarat adanya wilayah, pemerintahan dan rakyat. Namun tidak kalah pentingnya adalah syarat kemampuan melakukan hubungan dengan negara-negara lain, yang tentunya menuntut adanya pengakuan dari negara- negara lain. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: Drs, Lathiful Khuluq, MA. Ph.D, BSW.
Uncontrolled Keywords: Mohammad Roem, diplomasi, Kemerdekaan Indonesia
Depositing User: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:48
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5450

Actions (login required)

View Item View Item