SUNNISM AND ORTHODOX IN THE EYES OF MODERN SCHOLARS

ABDURRAHMAN MASUD, Ph.D. , (2008) SUNNISM AND ORTHODOX IN THE EYES OF MODERN SCHOLARS. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 61 Th. 1998/.

[img]
Preview
Text
07 - ABDURRAHMAN MAS'UD - SUNNISM AND ORTHODOX IN THE EYES OF MODERN SCHOLARS.pdf - Accepted Version

Download (6MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

bSesuai dengan judulnya, tulisan ini membahas secara historiografis penyebutan label ortodoks untuk menamai kelompok tertentu dalam wacana keislaman. Kaum orientalis sejak abad ke-18 telah secara rutin menggunakan istilah ortodoks ini untuk menyebut kelompok Sunni, sebagai lawan dari kelompok syiah maupun Khwarij yang mereka sebut heterodoks. Label ortodoks tersebut melekat kepada kelompok Sunni utamanya karena perolehan dukungan politik khalifah Umayyah maupun Abbasiyah, sementara istilah heterodoks teraplikasikan kepada kelompok-kelompok sempalan politik yang berseberangan dengan kekuatan mayoritas, seperti Khawarij dan syiah. Makalah ini lebih jauh lagi berusaha untuk menapaki penggunaan istilah ini oleh para orientalis sejak dari masa pra-modern, seperti Edwrd Gibbon (1772-1794), hingga masa modern yaituIgnaz goldziher (1850-1921), Duncan MacDonald (1863-1943), D.S. Margoliuth (1858-1940), Philip K.Hitti (lahir 1886), dan H.A.R.Gibb (1859-1940). Terlepas dari benar atau tidaknya penyebutan ini, istilah ortodoks untuk kaum Sunni Islam tersebut memang berangkat dari preposisi yang beragam dari para orientalis, di samping latar belakang sosio-politik dan kultur mereka yang berlainan pula. Namun begitu, pelabelan ini tampaknya memang mengandung problem. Para orientalis modern seperti Marshall G.S. Hodgson (w.1960) dan Montgomerry Watt (l.1905) dapat disebut sebagai kelompok revisionis dalam hal ini. Walaupun pemikiran Goldziher dalam hal ini masih mendominasi sebagian besar pemikir orientalis, namun kritik yang dilontarkan Hodgson maupun Watt membuka jalan untuk pemikiran ulang dalam menggunakan istilah ini. bagi penulis, istilah-istilah seperti ortodoks maupun heresi sesungguhnya tidak dapt dilepaskan dari fenomena sekularisme yang melanda wacana keagamaan. Oleh karenanya penggunaan istilah ini tidak boleh dilepaskan dari konteksnya, dan pelabelan yang semena-mena terhadap kelompok Sunni sebagai ortodoks justru akan mengaburkan penggambaran sejarah Islam itu sendiri.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Sunnism, Orthodox, The Eyes, Modern, Scholars
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Apr 2013 11:51
Last Modified: 15 Apr 2013 11:51
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/546

Actions (login required)

View Item View Item