PRELIMINARY REMARKS ON THE PHILOSOPHY OF ISLAMIC RELIGIOUS SCIENCE

M. AMIN ABDULLAH, (2008) PRELIMINARY REMARKS ON THE PHILOSOPHY OF ISLAMIC RELIGIOUS SCIENCE. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 61 Th. 1998/.

[img]
Preview
Text
01 - M. AMIN ABDULLAH - PRELIMINARY REMARKS ON THE PHILOSOPHY OF ISLAMIC RELIGIOUS SCIENCE.pdf - Accepted Version

Download (5MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

bDari sudut pandang filsafat Ilmu, penerapan istilah science dalam Islamic Religious science merupakan hal yang dapat diperdebatkan, bahkan cukup kontroversial. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah Dapatkah diskusi serius dalam Filsafat Ilmu diterapkan dalam pembahasan Islamic Religious Science? Artikel ini mencoba menganalisis konsekuensi-konsekuensi dari dimasukkannya diskusi Filsafat Ilmu dalam tubuh Islamic Religious science, berangkat dari kenyataan tidak adanya pemikir kontemporer Muslim yang menganalisis persoalan tersebut. Sebagai langkah awal, perdebatan filosofis antara tiga pakar Filsafat Ilmu yaitu Karl R. Popper, Thomas Kuhn dan Imre Lakatos tentang konsep Science diangkat, untuk selanjutnya dilihat relevansinya bagi Islamic Religious Science. Lebih spesifik, artikel ini menyoroti hubungan antara Islamic Religious Science dengan research program-nya Imre Lakatos, dan menggarisbawahi bahwa rekonstruksi Islamic Religious Science adalah dalam wilayah historical Islam. Satu hikmah terpenting yang dapat dipetik dari perdebatan di atas adalah penegasan bahwa semua teori, konsep formula, prinsip-prinsip dalam Islamic Religious Science hanyalah merupakan produk manusia, masyarakat dan budaya semata. Lewat kesadaran inilahilmu-ilmu keislaman tersebut terbuka untuk dipertanyakan ulang, dirumuskan kembali sesuai dengan tantangan zaman yang mengitarinya. Persoalan yang muncul kemudian adalah adanya hambatan dari para peneliti sendiri yang mencemaskan apakah mereka mengadakan studi keislaman atau sesuatu yanng lain. Sosok Islamic Religious Science yang baru harus mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh 3 dimensi pendekatan atas agama Islam yaitu: iLinguistic-historical, theological-philosophical dan socio-anthropological/i. yang lebih penting lagi, hubungan antara 3 pendekatan ini haruslah bersifat sirkular dalam arti bahwa pendekatan multi-dimensi tersebut harus berdialog antara yang satu dan lainnya secara serius sebagai sebuah kesatuan entitas dengan seluruh implikasi dan konsekuensinya. Sebagai kesimpulan, Ilmu keislaman yang kritis hanya dapat dikonstruksikan secara sistematis lewat model pendekatan 3 dimensi yang bersifat sirkular dalam mana setiap dimensi dapat berhubungan dan berkomunikasi dengan yang lain. Dengan jalan inilah konteks penemuan dalam Islamic Religious Science dapat berkembang dan konteks justifikasinya dapat ditekan serendah mungkin.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Preliminary, Remarks, Philosophy, Islamic, Religious, Science
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Apr 2013 11:43
Last Modified: 15 Apr 2013 11:44
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/554

Actions (login required)

View Item View Item