DIMENSI KEBERMAKNAAN DAN KEAKTIFAN DALAM PROSES RECEPTIONLEARNING DAN LEARNNG BY DISCOVERY

SUGENG SUGIYONO, (2008) DIMENSI KEBERMAKNAAN DAN KEAKTIFAN DALAM PROSES RECEPTIONLEARNING DAN LEARNNG BY DISCOVERY. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 40 Th. 1990/.

Full text not available from this repository.

Abstract

Pembaharuan dalam dunia pendidikan dewasa ini mencakup berbagai bidang aktivitas, rencana, metode serta merintis cara-cara baru sebagai langkah optimalisasi sistem non-verbal dan cara memanipulasi pengalaman belajar-mengajar di dalam maupun di luar kelas. Penekanan bidang pendidikan selanjutnya diletakkan pada metode belajar iself discovery/i (menemukan secara mandiri) maupun belajar untuk iproblem solving/i (memecahkan masalah) di samping itu berkembang pula ketidakpuasan terhadap teknik-teknik belajar mengajar yang hanya mengandalkan instruksi verbal saja. Teori dalam bidang pendidikan dewasa ini semakin cenderung untuk menerima asumsi-asumsi sebagai berikut: (a) Berbagai generalisasi yang disajikan kepada para siswa/mahasiswa tidak lain merupakan suatu bentuk produk dari suatu aktivitas iproblem solving,/i dan b (b) Semua usaha untuk menguasai konsep-konsep dan proposisi-proposisi verbal tidak lain hanyalah merupakan belajar yang tak bermakna, kecuali bila siswa/mahasiswa telah memiliki pengalaman sebelumnya yang sesuai dengan apa yang ditunjukkan oleh konstruksi verbal tersebut. Satu alasan yang dirasa cukup logis bagi sebab kegagalan dalam sistem iexpository-teaching/i (pengajaran terbuka) dalam bentuk verbal adalah kenyataan masih banyaknya materi pokok bermakna yang disampaikan dengan menggunakan bentuk irote-learning/i (hafalan). Adapun alasan bahwa generalisasi konsep verbal diamati sebagai produk iproblem solving/i maupun teknik belajar menemukan sebelumnya adalah timbul dari teori belajar sebagai berikut: (a) Adanya kecenderungan para ahli psikologi pendidikan untuk menyamaratakan berbagai jenis dan kualitas proses belajar dalam satu model pengajaran sehingga semakin mengaburkan perbedaan yang mendasar antara ireception learning/i (belajar secara represif) dengan ilearning by discovery/i (belajar menemukan) maupun antara belajar hapalan dengan belajar bermakna. b (b) Belum terdapatnya teori yang mapan tentang belajar verbal yang bermakna dan kecenderungan para ahli psikologi untuk menginterpretasikan belajar terhadap suatu materi, memerlukan waktu yang lama dan berdasar pada konsep yang sama. Oleh karena itu perlu digaris bawahi perbedaan antara belajar reseptif dengan belajar menemukan dan antara belajar dengan hafalan dan belajar bermakna. Membedakan antara ireception/i dan idiscovery/i dalam belajar itu penting, oleh karena pada umumnya pemahaman yang diperoleh para siswa/mahasiswa di dalam maupun di luar kelas ada;ah dari penyampaian dan bukan dari yang ditemukan. Karena materiahan pelajaran itu kebanyakan disampaikan secara verbal, maka semakin penting artinya untuk menilai peran belajar reseptif sebagai yang kita sebut dengan istilah reception-learning, yang pada dasarnya tidaklah mesti dengan ciri hapalan, namun dapat juga dalam bentuk belajar bermakna imeaningful/i tanpa harus didahului oleh pengalaman non-verbal dan problem solving.b

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Dimensi, Makna, Aktif, Receptionlearning, Learning, Discovery
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 28 Dec 2016 03:18
Last Modified: 28 Dec 2016 03:18
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/556

Actions (login required)

View Item View Item