KONSEP DEMOKRASI DI INDONESIA DALAM PEMIKIRAN AKBAR TANDJUNG DAN A. MUHAIMIN ISKANDAR

ACHMAD RIYANTO - NIM. 03360190, (2011) KONSEP DEMOKRASI DI INDONESIA DALAM PEMIKIRAN AKBAR TANDJUNG DAN A. MUHAIMIN ISKANDAR. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (KONSEP DEMOKRASI DI INDONESIA DALAM PEMIKIRAN AKBAR TANDJUNG DAN A. MUHAIMIN ISKANDAR)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (682kB) | Preview
[img] Text (KONSEP DEMOKRASI DI INDONESIA DALAM PEMIKIRAN AKBAR TANDJUNG DAN A. MUHAIMIN ISKANDAR)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (320kB)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg
Restricted to Repository staff only

Download (0B)

Abstract

Demokrasi di Indonesia acap kali saat ini menjadi perdebatan hangat di kalangan para tokoh. Pasalnya, Indonesia telah lama mengklaim sebagai negara demokrasi, namun fakta di lapangan masih memperlihatkan pembungkaman aspirasi rakyat, kebebasan berpikir, kebebasan berbicara dan lain sebagainya. Banyak kasus yang menampakkan bahwa bangsa Indonesia tak ubahnya seperti hidup di era pemerintahan Orde Baru yang menampakkan otoritarianisme pemimpin. Misalnya, penganiayaan aktivis yang menentang kebijakan pemerintah yg tak berpihak kepada rakyat dan aksi pemberantasan korupsi. Namun, pada sisi yang lain, demokrasi di Indonesia masih membuahkan hasil negatif, misalnya aksi pengrusakan di beberapa daerah yang mengatasnamakan demokrasi, kebebasan yang salah kaparah dan juga aksi anarkis melalui demontrasi. Fenomena inilah yang melatarbelakangi penyusunan skripsi ini untuk mengangkat pemikiran Akbar Tandjung dan A. Muhaimin Iskandar tentang demokrasi di Indonesia. Pada dasarnya, demokrasi adalah sebuah mekanisme tata kelola pemerintahan dimana rakyat dijadikan sebagai kekuatan utama. Penyelenggaraan negara oleh rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat. Logika semacam ini juga diakui oleh kedua tokoh: Akbar Tandjung dan A. Muhaimin Iskandar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) yang berusaha menemukan dan menggali konsep demokrasi di Indonesia dengan menggunakan data-data yang diperlukan berdasarkan pada literatur-literatur primer dan sekunder yang membahas dan berkaitan dengan demokrasi menurut pandangan Akbar Tandjung dan A. Muhaimin Iskandar, sehingga nantinya diharapkan muncul kesimpulan yang komphrehensif tentang konsep demokrasi di Indonesia. Penelitian ini bersifat deskriptif-komparatif, yaitu penelitian yang berupaya mengumpulkan atau memaparkan konsep demokrasi di Indonesia menurut pandangan Akbar Tandjung dan A. Muhaimin Iskandar secara obyektif, kemudian menganalisanya dengan menggunakan teori yang telah ada. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat diperoleh kesimpulan bahwa bahwa pendapat Akbar Tandjung tentang konsep demokrasi di Indonesia ialah menginginkan adanya peran penuh dan partisipasi penuh dari rakyat. Rakyat adalah kekuatan utama dalam demokrasi. A. Muhaimin Iskandar juga memandang bahwa rakyat harus memiliki peran penuh dalam berdemokrasi. Pandangan Akbar Tandjung dan Muhaimin Iskandar terhadap demokrasi di Indonesia sama-sama menekankan pentingnya merujuk pada kultur lokal, adat istiadat, falsafah masyarakat setempat, dalam membangun demokrasi sehingga demokrasi di Indonesia akan bisa diterapkan dengan mengedepankan nilai. Akbar Tandjung dan Muhaimin Iskandar sama-sama mengakui adanya perbedaan keyakinan, agama dan adat istiadat. Satu hal yang membedakan dua tokoh tersebut yaitu, mengenai persoalam konteks nilai keislaman dalam demokrasi. Dalam pandangan A. Muhaimin Iskandar tentang demokrasi, ia mengatakan bahwa konsep itu sesuai dengan asas Islam. Namun, Akbar Tandjung tidak menyinggung hal tersebut, namun bukan berarti tidak setuju.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. A. Pattiroy, M.Ag. 2. Fathorrahman, S.Ag, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Demokrasi, kebebasan berpikir, kebebasan berbicara, Akbar Tandjung , A. Muhaimin Iskandar
Subjects: Perbandingan Madzhab
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzab (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Feb 2013 11:38
Last Modified: 15 Feb 2013 11:41
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5576

Actions (login required)

View Item View Item