PENGHITUNGAN ZAKAT USAHA PERKREDITAN

NIAM MUBAROK - NIM. 05380064, (2011) PENGHITUNGAN ZAKAT USAHA PERKREDITAN. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PENGHITUNGAN ZAKAT USAHA PERKREDITAN)
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (657kB) | Preview
[img] Text (PENGHITUNGAN ZAKAT USAHA PERKREDITAN)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (396kB)

Abstract

Pada era sekarang, usaha perkreditan merupakan sebuah aktivitas ekonomi yang sudah menjamur, mewabah dan dipraktikan di seluruh dunia tak terkecuali indonesia. Hal ini terjadi dikarenakan sistem ekonomi yang digunakan di jagad raya ini dominan menggunakan system kapitalis oleh karena modal merupakan poin yang tidak bisa dihindari untuk bisa berkembangnya suatu usaha. Dalam dunia usaha tidak mengherankan jika para pelaku usaha memiliki kepercayaan untuk berkembang ataupun meningkatnya usaha termasuk juga daya guna suatu barang sangat ditentukan dengan permodalan yang tersedia. Disinilah arti penting adanya kredit. Usaha perekreditan, merupakan model baru dalam system ekonomi modern dimana usaha tersebut tidak pernah ditemukan pada masa Rosulullah sehingga keberadaanya bisa menjadi solusi bagi seseorang yang ingin mewujudkan keinginanya, karena secara sederhana bahwa kredit merupakan penyediaan uang atau tagihan-tagihan berdasarkan persetujuan pinjam meminjam dengan jangka waktu tertentu. Namun permasalahanya jika usaha perkreditan sebagai sebuah usaha yang bisa memberikan keuntungan (penghasilan) kaitanya dengan harta wajib zakat, maka usaha tersebut termasuk dalam kategori zakat apa, bagaimana penghitunganya berkenaan dengan nisab, dan haulnya. Hal inilah yang dijadikan penulis untuk menjadi alasan urgensi penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah berdasarkan analisis deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui penelaahan pustaka yang disesuaikan dengan pokok pembahasan. Sedangkan dalam menganalisis mengunakan analisis kwalitatif yakni data yang terkumpul kemudian diuraikan dan disimpulkan dengan cara induktif yaitu menganalisa data-data berupa para ulama, cendekiawan, akademisi yang mengkaji di seputar zakat dan perkreditan yang bersifat khusus untuk kemudian ditarik dan diformulasikan dalam suatu kesimpulan yang bersifat umum. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini dengan mengacu pada pendekatan Normatif (al-Qur'an dan al, Hadits), teori-teori fikih, serta dalil-dalil yang valid dari para ulama'. Kesimpulan dari penelitian ini adalah meskipun zakat terkadang dipandang sebagai salah satu ibadah dalam ajaran Islam yang seakan-akan hanya bermodalkan unsur karitatif (kedermawanan) an sich, namun dalam ruang lingkup usaha (yang wajib zakat). Tegasnya, bahwa usaha perkreditan merupakan kategori zakat usaha perdagangan dengan ukuran nisabnya(batas untuk dikeluarkan zakatnya) yaitu terpenuhinya syarat aset surplus non kebutuhan primer dan bebas dari hutang, hanya saja perbedaanya terletak pada ukuran haul yaitu dengan melihat pelaksanaan penetapan jangka waktu kredit. dikarenakan kredit merupakan transaksi yang bisa memerlukan proses tahunan/ lebih dari 1 tahun bahkan kurang oleh karena itu di sini yang menjadi ukuran haul yaitu dengan melihat pelaksanaan penetapan jangka waktu kredit sehingga pengeluaran zakat usaha kredit bisa dilakukan setiap bulan (seperti zakat profesi) maupun tahunan dengan menjumlahkan dari penghitungan hasil yang ada(terkumpul). div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Yasin Baidi, S.Ag, M.Ag 2. Abdul Mughits, S.Ag, M.Ag,
Uncontrolled Keywords: usaha perkreditan, system ekonomi modern, harta wajib zakat, nisab, dan haul
Subjects: Muamalat
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Muamalah (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 04 Jan 2013 10:25
Last Modified: 08 Jun 2016 03:07
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5685

Actions (login required)

View Item View Item