MENIKMATI KOPI SAMPAI MATI: STUDI SOSIOLOGI ATAS PERGESERAN POLA KONSUMSI KOPI DI YOGYAKARTA

ROSUL - NIM. 06720043, (2011) MENIKMATI KOPI SAMPAI MATI: STUDI SOSIOLOGI ATAS PERGESERAN POLA KONSUMSI KOPI DI YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (MENIKMATI KOPI SAMPAI MATI: STUDI SOSIOLOGI ATAS PERGESERAN POLA KONSUMSI KOPI DI YOGYAKARTA )
BAB I,V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (MENIKMATI KOPI SAMPAI MATI: STUDI SOSIOLOGI ATAS PERGESERAN POLA KONSUMSI KOPI DI YOGYAKARTA )
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (869kB)

Abstract

Wacana konsumerisme bukanlah sesuatu yang asing lagi bagi kita. Konsumsi merupakan sebuah aktivitas historis primordial, karena ia sudah setua sejarah manusia itu sendiri. Konsumsi-pun dimaknai secara beragam sesuai dengan zamannya. Marx memaknainya lebih kepada nilai guna (use value) dan nilai tukar (exchange use) dari suatu komoditas. Sedangkan Baudrillard sebaliknya memaknainya lebih pada nilai tanda (sign value) yang diatur oleh sebuah aturan kode. Konsumerisme saat ini merupakan mesin industri budaya yang sengaja diciptakan untuk mengonsumsi apa yang diproduksi oleh kapitalisme lanjut (late capitalism). Selera, hasrat, ikon, budaya, dan gaya hidup sengaja diciptakan sebagai cara baru yang efektif guna melanggengkan hegemoninya. Misalnya kopi yang dahulu identik dengan orang tua melalui pencitraan iklan beserta beragam eksterioritasnya kini kopi dipresentasikan menjadi minuman supermahal yang identik dengan kejantanan, kemewahan (luxury), serta gaya hidup. Masuknya cafe kelas internasional (Starbucks) di Yogyakarta merupakan segelintir dari banyaknya populasi cafe atau kedai kopi yang tumbuh subur dengan beragam varian kelas, layanan, serta fasilitasnya. Cafe dan kedai kopi menjadi tempat favorit kaum muda dalam mengahabiskan waktu senggang mereka. Hal ini menarik minat penulis untuk mengkajinya. Tujuannya untuk mendapatkan informasi mengenai pergeseran pola konsumsi kopi. Adapun metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat literer atau riset kepustakaan (library research) yang didukung oleh penelitian lapangan (field reseach). Teori yang digunakan adalah teori nilai tanda (sign value) Jean Baudrillard dan nilai estetis Mike Featherstone. Hal ini diharapkan bisa menjadi pisau analisis (problem solving) dalam mengkaji realitas sosial komunitas cafe dan kedai kopi. Menurut Baudrillard yang urgensi dalam masalah konsumsi bukanlah pemanfaatan komoditas, pemenuhan kebutuhan, kenikmatan, serta pemuasan diri. Tetapi lebih pada tatanan tanda yang diatur oleh sebuah aturan kode. Akhirnya terjadi objektivasi akan objek itu sebagai a good things atau a good stuff. Hal ini menandakan terjadinya apa yang menurut Featherstone sebagai estetisasi kehidupan. Suatu proses di mana standar yang baik (seperti: good style, good taste, good design) menjadi dasar setiap aspek hidup kita sehari-hari. Eksistensi kehidupan diatur dengan sempurna, konsumen menjadi robot-robot yang dininabobok-an, karena selalu harus mengonsumsi agar tetap eksis dalam masyarakat konsumsi saat ini. Adapun hasil penelitian ini adalah adanya pergeseran pola konsumsi kopi kaum muda yang dipengaruhi oleh beragam eksterior yang berada dalam ruang cafe dan kedai kopi. Cafe dan kedai kopi menjadi sarana pembentukan selera, pelepasan hasrat, dan menjadi arena menghabiskan waktu senggang. Serta adanya pergeseran komunitas dari epistemik ke cybercommunity.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dadi Nurhaedi S. Ag, M.Si.
Uncontrolled Keywords: konsumsi, nilai tanda (sign value), nilai estetis, industri budaya, ikon, selera, hasrat, budaya, dan gaya hidup
Subjects: Sosiologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora > Sosiologi (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 27 Dec 2012 11:20
Last Modified: 15 Dec 2016 08:48
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5709

Actions (login required)

View Item View Item