GAGASAN MA’RIFAT IBNU ATHO’ILLAH AL-SAKANDARIYAH DALAM KITAB HIKAM

KHOIRUZAD - NIM. 04511687, (2011) GAGASAN MA’RIFAT IBNU ATHO’ILLAH AL-SAKANDARIYAH DALAM KITAB HIKAM. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (GAGASAN MA’RIFAT IBNU ATHO’ILLAH AL-SAKANDARIYAH DALAM KITAB HIKAM)
BAB I,VI, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (GAGASAN MA’RIFAT IBNU ATHO’ILLAH AL-SAKANDARIYAH DALAM KITAB HIKAM)
BAB II,III,IV,V.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (454kB)

Abstract

Akibat logis modernisasi yang dilakukan Barat sejak abad Renaissans adalah modernitas. Modernisme menghendaki pembedaan yang tegas antara agama dengan masalah kehidupan duniawi, seperti ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan lainnya, di mana pada gilirannya modernisme melahirkan paham sekuler yang menghendaki adanya pemisahan antara urusan-urusan agama dan masalah kehidupan. Cara positivistik yang demikian telah melahirkan konsep bahwa Tuhan tidak ada karena tidak bisa diamati baik oleh mikroskop maupun teleskop. Dampak negatif modernisasi telah melahirkan multikrisis yang belum pernah dialami pada abad-abad sebelumnya. Krisis makna hidup, kehampaan spiritual, dan tersingkirnya agama dari kehidupan manusia hampir menghinggapi seluruh manusia di muka bumi ini. Jalan keluar memahami realitas dalam perspektif nilai-nilai tradisional yang ada dalam Islam yang mengajarkan prinsip keseimbangan (equiliblrium) antara kebenaran transcendental dan kebenaran obyektif bumi. Ma'rifat Islam adalah sikap dari setiap muslim yang merefleksikan Allah Swt sebagai sesatu yang vital dan menentukan norma atau prinsip hidup. Al-Qur'an dipandang sebagai norma atau prinsip hidup oleh mereka yang ingin selamat. Ma'rifat Islam mengajak kesadaran manusia untuk menjadikan Tuhan dengan segala representasinya (ke-Esaan, sifat-sifat dan al-Asma al-Husna, al-Qur'an) sebagai model pokok dari segala bentuk ekspresi kemakhlukan manusia. Itu sebabnya, segala bentuk tata kehidupan umat Islam mempunyai ma'rifat, sejauh didasarkan pada kesadaran keesaan Tuhan, sebagaimana diujarkan oleh Al-Quran dan berdasarkan teladan Nabi. Artinya, kehidupan spiritual dalam Islam didasarkan pada rasa takut disertai rasa pengharapan (al-khauf wa al-raja'), kepatuhan (att-tha'ah), dan cinta (al-hubb) kepada-Nya. Dengan demikian, semua tindakan manusia timbul dari kesadaran batiniahnya sebagai makhluk teomorfis. Skripsi ini membahas ma'rifat sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Ibnu Atha'illah, dalam karya monumentalnya yaitu Hikam. Metode yang ditempuh untuk menggali mutiara ma'rifat Ibnu Atha'illah adalah dengan metode dokumentasi. Setelah itu dianalisis secara deskriptif-analitik, dengan cara content analysis. Hal tersebut dilakukan agar mendapatkan makna yang mendekati dengan apa yang dikehendaki pengarangnya. Dari rangkaian kegiatan ilmiah ini dapat ditarik benang merah, bahwa ma'rifatullah, yang dimiliki oleh setiap individu ataupun suatu komunitas sangat berpengaruh pada perilaku moral dalam kehidupan mereka sehari-hari. Tentang upaya dan pola kerja ma'rifat itu sendiri Ibnu Atho'illah cenderung untuk berpandangan bahwa dalam diri manusia itulah titik, sentral usaha tersebut. Artinya peran pribadi manusia sangat dominan dalam konsep ma'rifat yang dikembangkan oleh Ibnu Atho'illah. Namun demikian, Ibnu Atho'illah tidak menyangkal kemungkinan seorang sufi tetap memanfaatkan akal pikirannya dalam upaya mencari ma'rifatullah. Hal ini oleh Ibnu Atho'illah kemudian disebut dengan al-Salikun.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Dr. Syaifan Nur, M.A.
Uncontrolled Keywords: gagasan ma'rifat, Ibnu Atho'illah, kitab Hikam
Subjects: Aqidah Filsafat
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta > Aqidah Filsafat
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Aqidah Filsafat (S1)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 22 Mar 2013 11:00
Last Modified: 04 Aug 2016 04:36
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5766

Actions (login required)

View Item View Item