PEMAHAMAN TERHADAP HADIS TENTANG PELARANGAN MEMAKAN DAGING SAPI KARENA PENYAKIT

NASRODIN - NIM. 05530012, (2011) PEMAHAMAN TERHADAP HADIS TENTANG PELARANGAN MEMAKAN DAGING SAPI KARENA PENYAKIT. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Problematika pemahaman terhadap hadis Nabi saw, khususnya dikaitkan dengan konteks kekinian, maka sangatlah penting untuk melakukan kritik hadis khususnya kritik matn dalam artian mengungkap pemahaman, interpretasi, tafsiran yang benar mengenai kandungan maatn hadis. Meski upaya pemahaman terhadap hadis Nabi terus dilakukan oleh para ahli di bidangnya, tampaknya masih banyak hal yang perlu dikaji mengingat adanya faktor-faktor yang belum dipikirkan dan yang perlu dipikirkan ulang yang melingkupi kitaran pemahaman teks hadis Nabi. Salah satu contoh teks hadis yang perlu ditinjau ulang pemahamannya adalah hadis yang menjelaskan bahwa daging sapi adalah penyakit: quot; Minumlah susu sapi, karena susu sapi adalah obat dan lemaknya adalah penyembuh penyakit dan jauhilah dagingnya karena daging sapi adalah penyakit quot;. Hadis tersebut diriwayatkan oleh al-Hakim dari Ibnu Mas'ud. Nashiruddin al-Albani Seorang ulama hadis kontemporer mensahihkan hadis tersebut. Penilaian terhadap hadis ini menimbulkan kontroversial dikalangan cendekiawan Muslim, salah satunya adalah respon yang dikemukakan oleh seorang ulama Mesir Muhammad al-Ghazali yang menyatakan bahwa hadis ini adalah dhaiif. Dengan demikian sebuah pemahaman terhadap teks hadis menjadi urgen untuk diteliti dan tidak bisa dipungkiri bahwa quot;suatu pemahaman quot; tak pernah sedemikian mandiri dan terlepas dari realitas di sekitar manusia. Pokok permasalahan yang dapat dirumuskan berdasarkan latar belakang masalah di atas adalah: Bagaimana kualitas hadis tentang quot;haramnya daging sapi quot; baik dari segi sanad dan matan?, dan bagaimana pemahaman terhadap hadis tersebut?. Metode penelitian yang penyusun gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, yaitu memaparkan secara komprehensif mengenai pokok pembahasan dari data yang ada kemudian dianalisis. Hadis tentang quot;pelarangan makan daging sapi dikarenakan hal tersebut adalah penyakit quot; terkait dengan konteks tertentu, sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibn Qoyyim al-Jauziyyah, bahwa hadis tersebut khusus bagi sapi-sapi yang mengidap penyakit, sehingga pelarangan memakan dagingnya merupakan pencegahan dari penularan penyakit. Akan tetapi penjelasan Ibn al-Qoyyim tersebut masih mengandung permasalahan mendasar, yakni jika memang konteks hadis tersebut ditujukan pada pelarangan memakan daging sapi yang mengandung penyakit, lalu mengapa dalam hadis tersebut membolehkan meminum susunya, bukankah jika seekor sapi yang mengidap penyakit tentu membawa konsekuensi pelarangan mengkonsumsi apapun darinya, baik susu maupun dagingnya, karena hal ini akan menyebabkan penularan penyakit. Dari penelusuran yang dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa hadis ini di tawaquf-kan yakni dibekukan sampai ada indikasi yang jelas mengenai penjelasan hadis tersebut. Hal ini merupakan sikap kehati-hatian antara menerima hadis tersebut dan menolaknya sama sekali.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : 1. Drs. Indal Abrar, M.A. 2. Dr. M. Afatih Suryadilaga, S.Ag., M.Ag.
Uncontrolled Keywords: pemahaman hadis, pelarangan memakan daging sapi, penyakit
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:48
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5774

Actions (login required)

View Item View Item