HUBUNGAN SOSIAL KYAI DENGAN SANTRI MUKIM DAN SANTRI KALONG DI PONDOK PESANTREN AL MUTHI’IN MAGUWO BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA

BASKORO ADI NUGROHO - NIM. 03541362, (2011) HUBUNGAN SOSIAL KYAI DENGAN SANTRI MUKIM DAN SANTRI KALONG DI PONDOK PESANTREN AL MUTHI’IN MAGUWO BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (HUBUNGAN SOSIAL KYAI DENGAN SANTRI MUKIM DAN SANTRI KALONG DI PONDOK PESANTREN AL MUTHI’IN MAGUWO BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (944kB) | Preview
[img] Text (HUBUNGAN SOSIAL KYAI DENGAN SANTRI MUKIM DAN SANTRI KALONG DI PONDOK PESANTREN AL MUTHI’IN MAGUWO BANGUNTAPAN BANTUL YOGYAKARTA)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (375kB)

Abstract

Hubungan sosial atau interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang-perorangan antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang-perorangan dengan kelompok manusia. Adapun hubungan sosial yang diteliti oleh penulis dalam skripsi ini adalah hubungan sosial Kyai dengan santri mukim dan santri kalong di Pondok Pesantren Al-Muthi'in, Maguwo, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Dalam penelitian ini, penulis membuat dua rumusan masalah penelitian. Pertama, masalah model hubungan sosial antara kyai dengan santri mukim dan santri kalong. Kedua, peran kyai terhadap santri mukim dan santri kalong. Selanjutnya rumusan masalah ini dibahas dan dianalisis dengan teori yang bersumber dari Soerjono Soekanto, suatu hubungan sosial atau interaksi sosial tidak mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat, yaitu adanya kontak sosial dan adanya komunikasi. Berdasarkan teori Mead, yang diilhami oleh Soerjono Soekanto dijelaskan bahwa suatu perbuatan yang dilakukan seseorang dalam hubungan dengan pihak lain disebut gerakan. Gerakan-gerakan tersebut, baik yang bersifat lisan maupun tidak, cenderung merupakan lambang-lambang, artinya gerakan-gerakan tersebut masing-masing mempunyai makna tertentu khusus bagi gerakan tersebut. Gerakan hanyalah merupakan suatu perbuatan belaka. Sedangkan suatu lambang menyangkut suatu gerakan yang artinya sesuai dengan tanggapan yang diberikan oleh pihak lain. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu suatu penelitian yang prosedur penelitiannya menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Adapun orang-orang dan perilaku yang diamati dalam penelitian ini adalah perilaku kyai dan santri dalam menjalin hubungan sosial. Adapun hasil dari penelitian ini adalah bahwa pola hubungan sosial kyai dengan santri mukim dan santri kalong di Pondok Pesantren Al-Muthi'in, Maguwo, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta adalah dengan tiga pola atau model, yaitu: kerjasama, persaingan, dan pertentangan. Kyai dalam menjalin hubungan dengan santri, terdapat perbedaan. Kyai ketika menjalin hubungan sosial dengan santri mukim lebih efektif, sebab kerjasama, persaingan, dan pertentangan yang didasari oleh faktor kontak sosial dan komunikasi berjalan dengan baik. Sedangkan hubungan sosial kyai dengan santri kalong hanya berjalan pada persoalan kerjasama saja.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : Drs. Moh. Damami M.Ag.
Uncontrolled Keywords: hubungan sosial, kyai, santri mukim, santri kalong, Pondok Pesantren
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Sosiologi Agama (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 12 Feb 2013 09:47
Last Modified: 03 Nov 2016 08:43
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5796

Actions (login required)

View Item View Item