STIGMATA DALAM PANDANGAN GEREJA KATOLIK ST. ANTONIUS KOTABARU YOGYAKARTA

DENI SUDASTIKA, NIM. 03521287 (2011) STIGMATA DALAM PANDANGAN GEREJA KATOLIK ST. ANTONIUS KOTABARU YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (STIGMATA DALAM PANDANGAN GEREJA KATOLIK ST. ANTONIUS KOTABARU YOGYAKARTA)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview
[img] Text (STIGMATA DALAM PANDANGAN GEREJA KATOLIK ST. ANTONIUS KOTABARU YOGYAKARTA)
BAB II, III, IV.pdf - Published Version
Restricted to Registered Academicians of UIN Sunan Kalijaga Only

Download (401kB)

Abstract

ABSTRAK Dalam tradisi Gereja Katolik, stigmata merupakan salah satu pengalaman mistik keagamaan orang-orang suci (santo/santa) yang diyakini sebagai mukjizat dari Allah. Istilah stigmata sendiri memiliki arti luka yang di derita Yesus sejak ditangkap, diadili, hingga disalibkan dan muncul secara tiba-tiba. Munculnya luka stigmata disebabkan oleh pengalaman rohani dan bukan sebab alamiah. Gereja memastikan hal tersebut bukanlah suatu tanda yang ditiru kuasa gelap guna membangkitkan kegemparan rohani yang menyesatkan. Setelah lahirnya teori psikoanalisis Sigmund Freud yang memperkenalkan histeria (1895), stigmata dianggap tidak harus bersifat adikodarti, bisa juga karena sebab-sebab psikologis. Para ahli medis, psikolog dan teolog berpendapat bahwa tanda-tanda itu bisa juga dialami oleh penganut Kristiani yang sangat tekun beremosi dalam membayangkan penyaliban Yesus sehingga mereka memperoleh stigmata. Orang-orang kudus menerima stigmata disebabkan oleh pengalaman batin yang mendalam oleh Cinta Kasih Kristus yang meluap keluar dari tubuhnya dan bisa jadi bukan tanda Kesucian. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berupa kata-kata lisan dari narasumber dan perilaku yang dapat diamati. Dalam hal ini peneliti mengamati pandangan Gereja Katolik St. Antonius Kotabaru serta sikap jemaatnya terhadap fenomena stigmata sebagai obyek penelitian. Gereja St. Antonius Kotabaru juga sepakat mengatakan bahwa stigmata adalah sebuah anugerah yang diberikan Tuhan kepada Yang Dia Kehendaki. Alur kerja dalam penelitian ini adalah menentukan sumber data yang kemudian diolah dengan teknik pengumpulan data observasi, interview dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan kerangka teori yang dikorelasikan dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud mengenai histeria. Fenomena stigmata yang dialami santo/santa menurut ahli psikologi, dianggap sebagai sebuah neurosis yang dapat disebabkan oleh faktor-faktor yang datang baik dari luar maupun dari dalam diri sendiri. Ancaman bahaya dan ketidakadilan sosial yang terus menerus dialami seseorang dan sulit dihindari dapat menyebabkan histeria. Freud menolak gagasan-gagasan agama seperti fenomena stigmata sebagai sebuah quot;khayalan kesalehan quot; di bawah kondisikondisi tertentu. Gejala neurosis muncul secara bertahap dan prosesnya memakan waktu bertahun-tahun sehingga konflik-konflik yang terjadi di masa kanak-kanak baru nampak setelah dewasa. Hal tersebut sejalan dengan apa yang dialami para stigmatis. Gereja menilai inti keimanan terhadap fenomena stigmata diatas adalah mendengar sabda Tuhan di dalam bahasa manusiawi yang diangkat menjadi instrumen-Nya, bahkan tanpa iman mereka tidak dapat mengerti. Kristus itu sendiri sebagai Putera Allah, maupun Gereja sebagai melanjutkan hidup Kristus dan sabda-Nya diantara mereka. Bentuk pengalaman mistik keagamaan seperti stigmata, gereja memandang sebagai ciri sekunder dari pengalaman rohani yang lebih mendalam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Khairullah Zikri, S.Ag, MAStRel,
Uncontrolled Keywords: stigmata, Gereja Katolik St. Antonius Kotabaru Yogyakarta
Subjects: Perbandingan Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin dan Pemikiran Islam > Perbandingan Agama (S1)
Depositing User / Editor: Sugeng Hariyanto, SIP (sugeng.hariyanto@uin-suka.ac.id)
Date Deposited: 24 Jul 2013 09:45
Last Modified: 18 Mar 2016 02:53
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5798

Actions (login required)

View Item View Item