INDONESIAS (FUTURE) CIVIL SOCIETY : EXAMINING ITS RELIGIO-CULTURAL BASIS

BAHTIAR EFFENDY, (2008) INDONESIAS (FUTURE) CIVIL SOCIETY : EXAMINING ITS RELIGIO-CULTURAL BASIS. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 64-XII Th. 1999/.

[img]
Preview
Text
02. BAHTIAR EFFENDY - INDONESIA'S (FUTURE) CIVIL SOCIETY EXAMINING ITS RELIGIO-CULTURAL BASIS.pdf - Accepted Version

Download (7MB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)
[img] Other (Generate index codes conversion from text to indexcodes)
indexcodes.txt

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

iCivil Society/i merupakan istilah yang sampai sekarang masih hangat diperdebatkan. Ada relasi antara icivil society/i dengan demokrasi, dalam hal ini berkaitan dengan pengertian demokrasi itu sendiri. Dalam hal ini, disamping uraian tentang apa iCivil Society/i itu, yang lebih menarik adalah bantahan penulis terhadap tesis bahwa Islam tidak sesuai bahkan bertentangan dengan ide-ide demokrasi, dalam hal ini dengan iCivil Society/i. Demokrasi hanya cocok untuk masyarakat Barat atau negara-negara Eropa dengan koloninya. Menurut penulis, pendapat ini muncul karena pandangan mereka yang monolitik dalam memahami Islam. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan mereka tentang hakekat Islam yang sebenarnya. Sementara dalam pandangan penulis, Islam adalah agama yang ipolyinterpretable./i Dan yang pasti tidak ada diktum yang sah dan logis bahwa Islam bertentangan dengan sistem politik modern (demokrasi). Lalu bagaimana affinitas nilai-nilai Islam dengan ide tentang iCivil Society/i? dan bagaimana dengan Indonesia dengan situasi politiknya sendiri? Inilah hal-hal yang juga dicoba diuraikan dalam makalah ini. b

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Indonesia, Future, Civil, Society, Examining, Religio, Cultural, Basis
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 15 Apr 2013 13:48
Last Modified: 15 Apr 2013 13:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/580

Actions (login required)

View Item View Item