KONSEP KEKUASAAN DALAM PEMIKIRAN POLITIK SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO X

HERWANTO - NIM. 04511697, (2011) KONSEP KEKUASAAN DALAM PEMIKIRAN POLITIK SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO X. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Berbagai macam aliran politik yang menjadi basis pemikiran seseorang, kelompok, bahkan partai politik, sudah semestinya menjadi orientasi perjuangan dan pergerakan politik, yang kesemuanya mengarah pada untuk mencapai tujuan bersama dan juga demi kemaslahatan umat manusia tentunya. Terlepas dari persoalan itu semua, ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa budaya politik suatu bangsa atau masyarakat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang ada dalam masyarakat tersebut. Berawal dari hal ini, maka semestinya sebagai bangsa yang terkenal akan kekayaan budayanya, sudah barang tentu menyadari bagaimana nilai-nilai luhur kebudayaan khususnya dalam hal ini Jawa, dapat digunakan sebagai nilai-nilai yang menjadi inspirasi guna membangun bangsa. Mengingat konsep kekuasaan jawa yang seperti kita tahu bahwa kedudukan raja dalam kerajaannya adalah sebagai wakil tuhan yang kekuasaanya adalah mutlak, karena segala apapun yang ada dalam kerajaan adalah miliknya raja. Lalu bagaimana dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X? Apakah konsep kekuasaan jawa masih melekat dan menjadi tujuan dari kedudukannya sebagai raja? Melihat keadaan zaman yang telah berubah, bagaimana Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaktualisasikan diri, Mengingat kedudukannya sebagai seorang raja sekaligus sebagai warga negara Indonesia. Metodologi yang digunakan untuk menganalisis permasalahan di atas, menggunakan metode historis yang saling melengkapi, yaitu: Pertama, metode deskriptif historis, metode ini digunakan untuk mendeskripsikan konsep-konsep maupun pemikiran Sultan, dengan langkah deskripsi ini, nantinya akan dapat terlihat dengan jelas paham-paham yang mempengaruhi pemikirannya. Kedua, kesinambungan historis, metode ini digunakan untuk melihat karya Sultan, karena seseorang berkembang dalam pengalaman dan pikiran, bersama lingkungan dan zamannya. Ketiga, holistika yaitu untuk memahami konsep-konsep dan konsepsi-konsepsi filosofis, tidak hanya dilihat secara quot;atomis quot; yaitu secara terisolasi dari lingkungannya, melainkan ditinjau dalam interaksi dengan seluruh kenyataannya. Dari penjelasan dan hasil analisis, akhirnya dapat disimpulkan bahwa konsep kekuasaan dalam pemikiran politik Sri Sultan Hamengku Buwono X adalah semata-mata kekuasaan yang diperoleh harus digunakan untuk kesejahteraan sosial dan budaya. Penguasa haruslah jadi penganyom (pelindung) dan pengayem (membuat tenteram) rakyatnya, dan itu semua disadari sebagai suatu panggilan. Artinya sebagai seorang raja, Sri Sultan Hamengku Buwono X sangat mendukung jalannya demokratisasi guna kemaslahatan umat manusia. Oleh karena itu, dalam hal pengaktualisasian diri Sri Sultan Hamengku Buwono X adalah sosok raja yang mengapresiasi demokrasi, dengan menggunakan budaya sebagai basis pemikiran.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing : 1. Drs. Moh. Damami, M. Ag, 2. Drs. Sudin, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: kekuasaan, pemikiran politik, Sri Sultan HB X
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:48
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5807

Actions (login required)

View Item View Item