PORNOGRAFI MENURUT PERSPEKTIF SYARIAH DALAM KONTEKS KLAIM HEGEMONI NILAI (STUDI TENTANG UU NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PORNOGRAFI)

ULIN NI'AM - NIM. 06350044, (2011) PORNOGRAFI MENURUT PERSPEKTIF SYARIAH DALAM KONTEKS KLAIM HEGEMONI NILAI (STUDI TENTANG UU NOMOR 44 TAHUN 2008 TENTANG PORNOGRAFI). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
BAB I,IV, DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (990kB) | Preview
[img] Text
BAB II,III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (326kB)

Abstract

ABSTRAK Diskursus mengenai pro-kontra RUU pornografi dan pornoaksi tidaklah selesai dengan diundangkannya RUU tersebut menjadi UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Bagi sebagian kalangan ada hegemoni dari kelompok tertentu dalam UU tersebut, dalam hal ini Islam, sehingga perlu dibatalkan demi kemajemukan bangsa Indonesia. Apa yang menjadi keyakinan dari kelompok yang mengklaim ada hegemoni Islam dalam UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornogafi perlu dibuktikan demi menjembatani kesenjangan persepsi di antara kelompok-kelompok yang berbeda posisi terhadap UU Pornografi itu, agar substansi dan tujuan UU ini dapat tercapai tanpa mencederai keberagaman dan kebersamaan kita sebagai bangsa. Pertanyaan penting dalam penelitian ini adalah bagaimana pornografi dalam perspektif Islam yang diuraikan dalam aurat, rumusan teks-teks dan interpretasi normatifnya dikatakan sebagai pengejawantahan Islam dalam UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi yang kemudian secara implisit dikatakan sebagai hegemoni Islam. Penelitian ini penelitian kepustakaan, yaitu suatu bentuk penelitian yang sumber datanya dari kepustakaan. Teknik penelitian ini utamanya menggunakan dokumentasi yaitu pengumpulan data melalui sumber primer dan sekunder yaitu teks UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan nash-nash Al-Qur'an maupun hadis yang berkaitan dengan aurat dalam Islam, serta kitab-kitab fikih yang membahas tentang aurat. Sifat penelitian ini adalah preskriptif yakni penelitian yang bertujuan menggali norma-norma hukum Islam dalam tataran das sollen, yaitu norma-norma yang dipandang ideal untuk dapat mengatur tingkah laku manusia dan menata kehidupan bermasyarakat yang baik dalam hal ini aturan mengenai aurat untuk pencegahan pornografi. Setelah dilakukan penelitian, terbukti tidak ditemukan hegemoni Islam dalam UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi berdasarkan beberapa hal yakni, 1) Adanya kesamaaan nilai dan persepsi dari 5 agama yang diakui secara resmi di Indonesia yakni, Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Hindu atas unsurunsur yang mengait dengan pornografi seperti melarang perbuatan-perbuatan yang mendekati zina, sehingga nilai yang menjadi dasar diundangkannya UU mengakomodir semua nilai-nilai agama di Indonesia. 2) Dari sisi kultur dan adat istiadat beberapa daerah di Indonesia yang menganggap wajar ketelanjangan dan atau ekspresi tubuh/pakaian sebagai budaya yang melekat memiliki nilai luhur telah ditegaskan bahwa hal tersebut bukanlah termasuk materi pornografi dengan landasan yuridis pasal 3 huruf b UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Prof. Dr. H. Syamsul Anwar, MA 2. Udiyo Basuki, SH., M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Pornografi, pornoaksi, Hegemoni, UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.
Subjects: Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Hukum (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 23 Jul 2013 10:39
Last Modified: 04 Aug 2016 06:20
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5822

Actions (login required)

View Item View Item