AL-NAHT FI AL-LUGHAH AL-ARABIYYAH AL-MA'ASHIRAH DIRASAH TAHLILIYAH WASHFIYAH

KHOIRUNISA - NIM. 06110045, (2011) AL-NAHT FI AL-LUGHAH AL-ARABIYYAH AL-MA'ASHIRAH DIRASAH TAHLILIYAH WASHFIYAH. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Dalam Bahasa Indonesia dikenal istilah akronim yang didefinisikan sebagai singkatan. Begitu juga dalam Bahasa Arab, singkatan dikenal dengan istilah An-Naht. Adakalanya suatu singkatan menjadi kata yang diterima oleh masyarakat bahasa, bahkan tidak jarang terjadi bahwa suatu akronim lebih dikenal daripada kepanjangannya. Singkatan adalah pemakaian kata-kata, ungkapan-ungkapan atau penuturan-penuturan yang ditukar dengan bentuk yang lebih pendek, sehingga menjadi bentuk ringkas. Dalam bahasa Arab Klasik sedikit sekali ditemukan bentuk-bentuk singkatan, selain itu juga terbatas pada kata-kata tertentu serta harus sesuai dengan kaidah bahasa Arab. Pada perkembangannya, dalam Bahasa Arab kontemporer singkatan semakin banyak didapatkan yakni dalam kitab-kitab kontemporer dan koran-koran Bahasa Arab. Para ulama saling berselisih dengan bentuk-bentuk singkatan dalam bahasa arab kontemporer. Beberapa ulama menganggapnya sebagai kata baku dan sebagian yang lain yang menganggapnya bukan sebagai kata baku . Selain itu, mereka juga berselisih dari segi manfaat, kejelasan dan kesesuaian dengan kaidah dalam bahasa arab. Ketakutan penggunaan singkatan dalam pembentukkan istilah ilmiah adalah adanya pembentukkan singkatan yang keluar dari kaidah bahasa Arab, sehingga menyebabkan adanya pemanfaatan bahasa asing. Maka dari itu, beberapa ulama yang ingin menghindari hal tersebut, menerima singkatan sebagai sarana kebahasaan guna memperluas istilah-istilah bahasa Arab. Singkatan mempunyai banyak manfaat, terutama berhubungan dengan adanya komunikasi yang membutuhkan sarana yang tepat dalam menyampaikan informasi. Singkatan merupakan variasi kebahasaan yang efektif, namun terkadang menjadi penyakit dalam penggunaannya. Singkatan dianggap sebagai perusak bahasa yang merubah kesempurnaan kaidah bahasa itu sendiri. Namun dalam perkembangannya singkatan menjadi alternatif efektif, yakni suatu wacana akan menjadi lebih efektif dan tidak terkesan mubadzir dengan menggunakan kata-kata reduplikatif (pengulangan), karena informasi atau bentuk-bentuk singkatan yang disampaikan sudah bisa dipahami oleh pembaca. Kedudukan singkatan dalam Bahasa Arab kontemporer terdapat dilema antara kehematan dan kejelasan dalam penggunaannya. Maka dari itu, bahasa sebagai alat pengungkap gagasan perlu disesuaikan dengan kepentingan informasi, agar informasi dapat disampaikan dan diterima secara cepat, tepat serta hemat tetapi jelas. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: H. Habib, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: akronim (singkatan), An-Naht, bahasa Arab Klasik, Bahasa Arab kontemporer
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:48
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5851

Actions (login required)

View Item View Item