TA'ADDAD AL-MA'ANI FI AL-LUGHAH AL-ARABIYAH AL-MA'ASHIRAH DIRASAH TAHLILIYAH DALALIYAH

LAELATUL KHASANAH - NIM. 06110035, (2011) TA'ADDAD AL-MA'ANI FI AL-LUGHAH AL-ARABIYAH AL-MA'ASHIRAH DIRASAH TAHLILIYAH DALALIYAH. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Dalam setiap bahasa Arab, seringkali kita temui adanya hubungan kemaknaan atau relasi semantik antara sebuah kata atau satuan bahasa dengan kata atau satuan bahasa lainnya, baik hubungan bersifat kesamaan makna atau hubungan kebalikan makna, dan satuan-satuan kebahasaan tersebut dimungkinkan memiliki berbagai makna. Bahasa Arab merupakan salah satu ragam bahasa manusia, yang termasuk dalam sub rumpun Hamito-Semit. Bahasa Arab ini merupakan bahasa klasik yang lainnya. Hal ini disebabkan bahasa Arab sendiri merupakan bahasa kitab suci Alqur'an yang secara tidak langsung menuntut bagi setiap pemeluk muslim untuk mempelajari dan memahaminya. Bahasa Arab di lihat dari ragamnya dapat dibedakan ke dalam dua macam bentuk yaitu bahasa Arab Fusha dan bahasa Arab Amiyyah. Bahasa Arab Fusha merupakan bahasa standar yang digunakan dalam situasi-situasi resmi atau formal, pengubahan puisi, karya ilmiah, dan surat-surat kabar. Sedangkan bahasa Arab Amiyyah digunakan juga dalam bahasa sehari-hari. Sebuah kata atau satuan ujaran disebut polisemi kalau kata itu ,mempunyai makna lebih dari satu. Adanya polisemi menunjukan unsur kelenturan dalam bahasa. Dalam kasus polisemi ini, biasanya makna pertama (yang didaftarkan di dalam kamus) adalah makna sebenarnya, makna leksikalnya, makna denotatifnya, atau makna konseptualnya. Yang lain adalah makna-makna yang dikembangkan berdasarkan salah satu komponen makna yang dimiliki kata atau satuan ujaran itu. Perluasan makna cukup menarik untuk dikaji, hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia cenderung membuat generalisasi. Penelitian ini, penulis akan menganalisis makna dalam suatu kalimat yang menunjukan hubungan dan keterkaitan antara makna-makna yang berlainan dari satu kata yang mempunyai makna meluas tanpa kehilangan kata aslinya. Manakala sebuah nama baru diperlukan untuk menunjukan objek atau benda atau gagasan baru. Jelaslah bahwa kebutuhan akan nama baru adalah penyebab sangat penting bagi perluasan makna. Dan permasalahannya adalah apakah perluasan makna itu terjadi hanya kebetulan saja, ataukah ada semacam keteraturan atau pola dibelakangnya dan faktor apa saja yang menyebabkan perluasan makna tersebut. Dikarenakan penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kebahasaan yang mencakup kata dalam sebuah teks dan struktur bahasa, maka dalam hal yang terkait dengan metodologi, penulis menggunakan pendekatan analisis teori semantik lesikal yaitu studi yang memfokuskan diri dalam mengelaborasi makna pada hierarki kata. Adapun metode analisisnya yaitu metode deskriptif yaitu berusaha memaparkan suatu hal atau masalah dengan sistematis serta analisis dan interpretasi yang tepat. Proses yang dilakukan adalah definisi, identifikasi dan klasifikasi. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Drs. Hisyam Zaini, MA.
Uncontrolled Keywords: analisis makna, kalimat bahasa Arab, struktur bahasa
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:48
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5853

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum