AL-QISHSHAH KHALATI SHAFIYYAH WA AL-DIR LI BAHA' THAHIR (DIRASAH TAHLILIYAH BINADHRIYYAH ROBERT sTANTON)

SITI MUNAWAROH - NIM. 06110037, (2011) AL-QISHSHAH KHALATI SHAFIYYAH WA AL-DIR LI BAHA' THAHIR (DIRASAH TAHLILIYAH BINADHRIYYAH ROBERT sTANTON). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Kha lati Safiyyah wa ad-Dir merupakan salah satu novel karya Baha Taher. Kisah tokoh utama dalam novel ini membawa pembaca melangkah jauh menyentuh berbagai sisi kehidupan. Sebuah kisah anak manusia diliputi derita berkepanjangan yang dibalut dengan masalah-masalah lain yang menyentuh kehidupan antar agama, budaya, masyarakat, serta negara. Kompleksitas masalah yang menyentuh berbagai sisi kehidupan ini diceritakan secara detail dan dikemas dengan bahasa sederhana dan apa adanya, sehingga semua unsur dalam novel ini berperan menghidupkan jalannya cerita. Penulis memilih novel Khalati Safiyyah wa ad-Dir untuk diteliti dengan tujuan mengetahui unsur-unsur intrinsik yang meliputi, fakta-fakta cerita, tema dan sarana-sarana sastra, serta mengetahui kesatuan unsur-unsur dalam novel tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Robert Stanton dalam bukunya An Introduction to Fiction. Unsur-unsur karya fiksi menurut Robert terdiri dari fakta-fakta cerita, tema, dan sarana-sarana sastra. Fakta-fakta terdiri dari plot, karakter dan latar. Sarana-sarana sastra terdiri dari judul, sudut pandang, dan gaya dan nada, simbolisme, dan ironi. Karya fiksi dalam hal ini novel memiliki suatu kesatuan. Kesatuan ini yang membuat cerita menyatu antar unsurnya. Pada novel juga terdapat kesatuan dunia. Kesatuan dunia dalam novel ini ada karena cerita itu mempunyai dunia nya sendiri dalam novel. Adalagi kesatuan lain yakni kesatuan organik yang merupakan satu dari tiga kesatuan yang diungkapkan Stanton. Novel ini terdiri dari lima bagian atau yang disebut dengan lima episode. Episode dalam novel terbagi menjadi tiga; naratif, dramatik,dan analitik. Sebagian besar novel ini menggunakan episode naratif. Konflik utama terjadi saat orang suruhan Konsul Bey menyiksa Harbi. Klimaks dari cerita ini adalah saat Konsul Bey mati karena tembakan yang dilakukan Harbi. Terdapat dua tokoh sentral dalam novel ini yakni Safiyyah dan Harbi, dan terdiri dari sekitar duapuluh tokoh tambahan termasuk tokoh aku si pencerita sebagai sudut pandang orang pertama bukan tokoh utama. Latar tempat yang terdapat dalam novel ini meliputi Luxor, sebuah desa tanpa nama dan rumah dari tokoh utama seperti Safiyyah dan rumah-rumah tokoh tambahan yang lain. Latar biara dan sekitarnya, menempati porsi yang banyak dalam cerita ini. Latar waktu dalam novel ini berkisar waktu-waktu seharian seperti, pagi, siang, sore,malam, dan waktu-waktu tertentu seperti saat Idul Fitri. Tema dalam novel ini yakni kebaikan itu kadang-kadang dapat dikalahkan dengan kejahatan, di dunia ini kebaikan kadang tak selalu berakhir dengan kemenangan. Kesatuan organik yakni antar tokoh bawahan dengan utama, konflik bawahan dengan sentral, serta tema sentral dengan tema bawahan kesemuanya merupakan satu kesatuan yang harmonis dan menguatkan cerita tersebut. Kesatuan dunia yang dalam hal ini dunia Safiyyah, merupakan dunia kehidupan yang menyentuh nilai adat, budaya, dendam, agama dan kekeluargaan. Pengarang juga memasukkan gaya bahasa seperti kinayah, tasybih tamsil serta ungkapan lokal kedaerahan tersebut. Judul novel diambil dari tokoh dalam cerita ini yakni Safiyyah. Sedangkan Khalati adalah panggilan dari tokoh aku untuk Safiyyah. Kata ad-Dir merupakan latar tempat yang penting dalam cerita ini. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dr. Hj. Tatik Maryatut T., M.Ag.
Uncontrolled Keywords: novel, Baha Taher, teori Robert Stanton
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:48
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5866

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum