MUSYKILAH AL-TAKAFU' FI TARJAMAH HIKAM WA ADAB LI AMIR AL-MU'MININ 'ALI IBN ABU THALIB RADHIALLAHU 'ANHU

ULFIYAH - NIM. 06110070, (2011) MUSYKILAH AL-TAKAFU' FI TARJAMAH HIKAM WA ADAB LI AMIR AL-MU'MININ 'ALI IBN ABU THALIB RADHIALLAHU 'ANHU. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Penerjemah merupakan jembatan penghubung dalam proses memahami budaya bangsa, dari bahasa satu ke bahasa yang lain, karena kerja penerjemahan adalah usaha memindahkan makna dari teks sumber (Bsu) ke dalam bahasa sasaran (Bsa), pemindahan makna terkait dengan pesan yang ingin disampaikan penulis. Kitab Hikam wa Adab Li Amiril Mu'minin 'Aliy Bin Abi Talib Radhiallahu 'anhu, penulisnya majhul karena kitab ini adalah bagian dari naskah kuno yang ditemukan di Negara India dalam bentuk tulisan kaligrafi, kemudian ditahqiq oleh Muhammad Khair Ramadhan Yusuf. Demikian pula pembahas dalam menerjemahkan kitab tersebut, salah satu problem yang dihadapi penerjemah dalam menelitinya adalah tentang masalah kolokasi dan bagaimana menerjemahkannya sesuai dengan kebudayaan Bahasa Indonesia. Hal inilah yang mendasari pembahas dalam meneliti persoalan-persoalan tersebut, sehingga akan ditemukan cara penerjemahan dan variasi makna yang sesuai konteknya yaitu kebudayaan Bahasa Indonesia. Adapun penelitian ini merupakan kajian pustaka yang berusaha mendeskripsikan dan menganalisis pola-pola penerjemahan kata kolokasi yang ada dalam teks kitab tersebut dengan menggunakan metode penerjemahan komunikatif, analisis deskriptif dan pendekatan semantik. Dalam menganalisis kitab tersebut pembahas menggunakan tiga pola penerjemahan makna kolokasi yaitu pertama; kolokasi penuh Al-Maskukat Al-Tammah, seperti pasak bumi dua kata tersebut berubah makna menjadi kiasan atau metafora yaitu gunung. Kedua; kolokasi Jumlah 'Abirah, seperti 'ala alhawa makna secara harfiah yaitu di atas udara namun kata tersebut dimaknai melalui kajian kolokasi menjadi siaran langsung. Ketiga; kolokasi yang disampaikan oleh Baker yaitu Marked Collocation, yang muncul dalam teks-teks teknikal dan membentuk bagian integral dari gaya dan laras mereka, yaitu penggunaan kolokasi tertentu seperti Yushrifu Shik bila diterjemahkan secara harfiah mengeluarkan cek namun kalimat tersebut diterjemahkan sesuai dengan kebudayaan maka maknanya adalah mencairkan cek. Dari analisis tersebut penerjemah menemukan amp;#1633; amp;#1640; frase yang berbentuk kolokasi dalam kalimat dan terbagi menjadi tiga kelompok yaitu amp;#1639; frase termasuk kolokasi penuh, amp;#1635; frase termasuk kolokasi yang disampaikan oleh Baker yaitu Marked Collocation, yang muncul dalam teks-teks teknikal dan membentuk bagian integral dari gaya dan laras mereka, yaitu penggunaan kolokasi tertentu, amp;#1640; frase termasuk kolokasi komposit Jumlah 'Abirah. Frase kolokasi tersebut tidak lagi diterjemahkan apa adanya karena setiap frase pada kalimat yang terdapat dalam kitab tersebut mempunyai karakter yang berbeda dan diterjemahkan melalui kajian kolokasi. Akhirnya dengan penelitian ini diharapkan dapat mengatasi problematika tersebut dan mempermudah dalam memahami proses penerjemahan, serta dapat menghasilkan teks terjemahan yang baik dan mudah dipahami oleh para pembaca. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Moh Kanif Anwari, S.Ag., M.Ag.
Uncontrolled Keywords: terjemah, jembatan penghubung, budaya bangsa, kolokasi dalam kalimat
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:48
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/5869

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum