MEMBONGKAR MITOS DAN LABEL NEGATIF ORANG MADURA

FAUZI - NIM. 07720014, (2011) MEMBONGKAR MITOS DAN LABEL NEGATIF ORANG MADURA. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Membaca orang Madura memang bukan perkara mudah. Berbagai potensi, baik kelebihan dan kekurangan yang menyatu pada individu orang Madura, merupakan salah satu alasan mendasar studi tentang Madura, dalam mindset peneliti sangat menarik untuk didiskusikan dewasa ini, sebagai koleksi pengetahuan di bumi Nusantara pada khususnya dan secara global, sehingga nantinya lahir perubahan disegala lini. Orang Madura disatu sisi memiliki sejarah pahit yang cukup panjang, tangisan dan belenggu hidup telah memenjarakan orang Madura dalam lingkaran sejarah sosial. Sejarah pahit tersebut berawal dari zaman pejajah (Belanda dan Jepang) telah mampu membentuk opini masyarakat luar Madura yang cenderung mengarah pada ungkapan kurang baik (dalam penelitian ini disebut label negatif), seperti orang Madura itu suka kisruh, kasar, serba terbelakang dari segi ekonomi, pendidikan dll. Disisi yang lain orang Madura memiliki kemampuan yang unik, dan mungkin di tempat yang lain tidak ditemukan, yakni orang Madura dalam melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan hati, dan yang perlu dibaca adalah orang Madura memiliki nilai-nilai ahklaqul karimah, dan semangat kekeluargaan yang masih kuat hingga sekarang, dimana ini semau dipercayai sebagai manefestasi dari Pondok Pesantren yang tersebar di Madura. Perkembangan orang Madura dalam kurun waktu yang tidak singkat, dari 1945 hingga sekarang, telah banyak mengalami perubahan. Lahirnya generasi muda Madura yang lebih progresif menjadikan Madura beda dengan Madura pada sebelumnya misalnya Madura Kolonial. Pertama tersebarnya lembaga pendidikan baik pesantren, madrasah dan lembaga yang sederajat adalah salah satu bukti kokrit bahwa Madura telah mengalami perubahan yang signifikan. Kedua munculnyaorang Madura masa kini yang sukses secara intelektual, niaga, dan kesempatan menuntut ilmu yang lebih luas. Metode kualitatif merupakan metode yang sengaja dipilih oleh peneliti dalam studi ini. Suatu upaya pendiskripsian atau penjelasan (diskriftip eksplanasi) terhadap data (hasil riset) yang diperoleh dari berbagai sumber (teks) baik dari media elektonik maupun cetak, buku, jurnal, dan pidato ilmiah serta fenomena lapangan, peristiwa lapangan yang terjadi pada masa silam atau masa kini yang terus berjalan sesuai irama perubahan. Semua itu, secara umum digali dengan model diskusi kelompok focus group discusion (FGD) sekaligus diperkuat dengan studi dukumen. Sedangkan analisis utamanya dalam upaya mendialogkan studi ini agar lebih ilmiah yakni menggunakan konsep keilmuan Barthes dan Derrida dalam Membaca fenomena orang Madura. Studi persoalan label negatif orang Madura adalah bagian dari mitos masa kini (meminjam bahasanya Barthes) yang harus didekonstruksi (meminjam bahsanya Derrida) guna menemukan makna lain yang lebih dialogis. Berbagai proses yang telah dilakukan dalam upaya mencapai tujuan dari studi ini (memahami, merefleksikan) problem Madura. Oleh karena itu, berdasarkan sumber-sumber yang ada, temuan-temuan (teks atau lapangan), secara mendasar Madura telah mengalami perubahan baik dari segi sosio-kultural, sosio-ekonomi, sosio-politik, pendidikan dan agama. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Drs. Dadi Nurhaedi, M.Si.
Uncontrolled Keywords: Madura Kolonial, Label Negatif, Mitos, Dekonstruksi, Pendidikan, Perubahan Sosial.
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6002

Actions (login required)

View Item View Item