PERSEPSI BURUH MIGRAN PEREMPUAN TERHADAP PERAN PELAKSANA PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA SWASTA (PPTKIS) KAB. BREBES

SRI HARTATI - NIM. 06720016 , (2011) PERSEPSI BURUH MIGRAN PEREMPUAN TERHADAP PERAN PELAKSANA PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA SWASTA (PPTKIS) KAB. BREBES. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK yang cukup besar di Indonesia. Dari tahun 1990-an hingga sekarang makin banyak wanita di Kabupaten Brebes yang bekerja menjadi buruh migran di luar negeri. Hal ini menjadi suatu strategi yang menjanjikan untuk meningkatkan taraf ekonomi, mengais harapan masa depan yang lebih baik dalam situasi hidup di kampung halaman yang semakin sulit. Dalam kenyataan semacam itu lembaga Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) hadir sebagai media penyalur. Karena itu, PPTKIS memliliki tugas dan tanggungjawab yang tidak kecil bagi tenaga kerja yang disalurkannya. Dalam UU no. 39 Tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Luar Negeri, PPTKIS memiliki kewajiban dan tanggung jawab sejak masa pra penempatan, penempatan dan juga pada masa pemulangan. Hal itu mencakup persiapan, pembekalan, perlindungan, termasuk penyelesaian terhadap masalah yang mungkin dihadapi oleh seseorang selama menjadi TKW. Disini peneliti menggunakan teori fungsionalisme struktural Robert Merton serta menggunakan teori peran. Kedua teori ini memungkinkan peneliti untuk mengkaji mengenai kewajiban dan tanggung jawab PPTKIS terhadap TKI yang disalurkan mulai dari pra-penempatan, selama masa penempatan hingga purna penempatan, dan sampai sejauh mana peran tersebut dijalankan. Analisa data dilakukan secara induktif dengan komponen-komponen analisa data model interaktif mengalir, yaitu dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, peyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam hampir semua kasus yang menjadi sampel penelitian, peran dan tanggungjawab PPTKIS terhadap buruh migran dalam pra penempatan, penempatan serta purna penempatan belum dilaksanakan secara maksimal. Masih ada pemalsuan dokumen (KTP, Ijasah, dll), pemberangkatan TKI yang belum memenuhi standar kompetensi, tidak memberikan pemahaman yang baik tentang isi perjanjian kerja dan sebagainya. Demikian juga tidak ada pemantauan dan sistem perlindungan yang baik dari PPTKIS terhadap TKI selama berada di negara penempatan. Hal ini menjadikan PPTKIS sebagai institusi yang berfungsi menalurkan buruh migran Indonesia ke luar negeri pada sisi lain juga disfungsi terhadap banyaknya TKI yang bermasalah. Selain itu itu peran yang diharapkan dari PPTKIS untuk bisa memberikan perlindungan terhadap TKI yang disalurkannya juga tidak dijalankan secara maksimal, justru ditutupi dengan berbagai rasionalisasi yang mengabaikan fakta lemahnya tanggung jawab perlindungan mereka. Tidak sedikit dari TKI yang mendapatkan masalah ataupun tindakan kekerasan di negara penempatan yang luput dari perhatian dan penanganan PPTKIS sebagai penanggungjawab. Peran dan tanggungjawab perlindungan PPTKIS terhadap tenaga kerja yang disalurkan cenderung bersifat reaktif daripada antisipatif, bahkan harus menunggu adanya laporan terlebih dahulu untuk bertindak yang itupun tidak seberapa maksimal. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dadi Nurhaedi, S.Ag., M.Si.
Uncontrolled Keywords: buruh migran perempuan, Peran Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS)
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6021

Actions (login required)

View Item View Item