ADOPSI ANAK MENURUT HUKUM ISLAM DAN UU RI NO. 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK

AHMAD HISBUL WATON - NIM. 06360014, (2011) ADOPSI ANAK MENURUT HUKUM ISLAM DAN UU RI NO. 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Sudah menjadi fitrah manusia sejak ia dilahirkan baik laki-laki dan perempuan pada dasarnya ingin mempunyai keturunan. Penyusun melihat realitas di masyarakat banyak orang berkeinginan untuk mempunyai keturunan, akan tetapi keinginan tersebut belum terwujud karena terbentur oleh takdir Ilahi. Dalam hal ini, muncul istilah adopsi di tengah masyarakat. Dalam hukum Adat adopsi mempunyai arti yang sangat luas diantaranya yaitu, memberikan status hukum kepada seorang anak yang mana anak tersebut sebelumnya tidak mempunyai status hukum tetap, sehingga anak adopsi seperti halnya anak sendiri. Dalam UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau disebut dengan UUPA, Pasal 3 disebutkan: quot;Perlindungan anak bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berahklak mulia, dan sejahtera quot;. Prinsip quot;Ta'awun quot; menjadi dasar agama Islam terkait adanya suatu kewajiban bagi setiap orang muslim untuk menjaga kelangsungan hidup anak, baik dengan cara pengasuhan atau mengngadopsi anak. Setelah melihat latar belakang di atas timbulah pertanyaan: bagaimana pandangan Hukum Islam dan UUPA terhadap Hukum Adopsi anak yang sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia, atas dasar inilah, dilakukan penelitian ilmiah sebagai salah satu upaya untuk memberikan kontribusi hasil dari komparatif UUPA dan Hukum Islam terhadap kepastian hukum pengangkatan anak yang sesuai dengan nilai-nilai hukum Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research), dengan pendekatanan yuridis normatif. Penelitian ini bersifat deskriptif komperatif analitik yaitu penelitian yang menjelaskan, memaparkan menguraikan dan membandingkan data yang diperoleh mengenai hukum anak adopsi menurut hukum Islam dan UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak kemudian dianalisis dan diambil kesimpulannya. Berdasarkan uraian dan analisis tentang kajian terhadap hukum anak adopsi dalam hukum Islam dan UUPA, penyusun dapat menyimpulkan, Hukum Islam tidak mengenal adopsi, tetapi hanya mengenal pengangkatan anak untuk memberikan kesejahteraan, pemeliharaan, serta mendidik dengan penuh perhatian dan kasih sayang seperti halnya anak sendiri tanpa memberikan status sebagai anak kandung sendiri, anak angkat berhak mendapatkan wasiat wajibah 1/3 dari harta ayah angkatnya. Konsep pengangkatan anak dalam UUPA sama seperti hukum Islam, yaitu untuk memberikan kesejahteraan, pendidikan, merawat tanpa membedakan rasa kasih sayang dengan anak sendiri dan tidak memutuskan hubungan nasabnya, namun ada perbedaan dalam pasal 39 angka (5) terkait pengangkatan anak yaitu quot;pengangkatan anak yang belum berakal agamanya disamakan dengan agama mayoritas penduduk quot;, hal ini apabila terjadi di masyarakat yang berpenduduk non muslim tentu bertetangan dengan hukum Islam. Dalam UUPA tidak menyebutkan adanya Hak kebendaan anak angkat dari orang tua angkatnya, seperti mendapatkan hak Wasiat Wajibah. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. Abd Halim, M.Hum. 2. Witriani, SS., M.Hum.
Uncontrolled Keywords: adopsi, UU No.23 Th. 2002, Perlindungan anak
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6027

Actions (login required)

View Item View Item