PENERAPAN ACFTA DI INDONESIA PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

ARI SISWANTO - NIM. 06380063, (2011) PENERAPAN ACFTA DI INDONESIA PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Konsep pasar bebas pertama kali dirumuskan oleh Adam Smith yang kemudian terus dikembangkan oleh David Ricardo dan Frederic Bastiat. Sebagai sebuah sistem ekonomi, pasar bebas meniscayakan akan pengurangan peran pemerintah dalam satuan ekonomi, sebab dipercaya ekonomi pasar dengan sendirinya mampu mengatur mekanismenya sendiri (invisible hand). Pasar bebas yang mengidealkan pasar berlangsung secara suka rela, bebas dari paksaan dan pencurian; ternyata pada akhirnya akan menimbukan segudang ketimpangan (inequality). Idealisme yang dirasa sangat mulia itu ternyata sebatas utopia belaka, pasar bebas pada kenyataannya tak seindah yang dibayangkan, karena bukan kesejahteraan yang terjadi melainkan ketidakadilan yang akan timbul di sana sini. Di Indonesia, quot;ruh quot; pasar bebas yang tertuang dalam penerapan ACFTA. Apakah Indonesia siap masuk dalam arus ACFTA? Ini yang menjadi concernt penyusunan skripsi ini. Sebab, Indonesia sejatinya belum siap untuk masuk dalam arus pasar bebas (ACFTA). Andaikan siap pun Indonesia masih tak sanggup berkelit dari regulasi perdagangan bebas di bawah GATT dan WTO sendiri, yang intinya menghilangkan intervensi pemerintah dalam pasar. Dari penelusuran data yang penyusun lakukan dengan menggunakan pendekatan library research, di mana bahan-bahan penelitiannya adalah data materi tertulis, lebih spesifik lagi data yang berkaitan dengan penelitian ini, yaitu yang berkenaan dengan bagaimana sorotan ekonomi Islam menyangkut penerapan ACFTA di Indonesia, ditemukan adanya ketidakadilan dalam ACFTA ini. Hal itu terindikasi dari dampak yang akan ditimbulkan di mana yang kuat saja yang bebas menentukan apa saja, bebas membeli apa saja dan bebas menjual apa saja, sementara yang tidak kuat tidak pernah bebas untuk menjual dan tidak pernah bebas untuk membeli. Padahal dalam ekonomi Islam falah (maslahah), kehidupan yang mulia dan sejahtera di dunia dapat terwujud apabila terpenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup manusia secara seimbang. Berangkat dari pemahaman ini, maka menganalisis sistem ekonomi pasar bebas yang mulai berjalan di Indonesia (ACFTA) dengan kaca mata ekonomi Islam begitu sangat diperlukan mengingat masalah ekonomi terkait erat dengan pemenuhan hajat hidup seluruh ummat manusia. Oleh karena itu, dari analisis dampak penerapan sistem pasar bebas didapatkan satu simpulan, bahwa pelaksanaan pasar bebas yang saat ini digelar di Indonesia (ACFTA) tidaklah relevan dengan semangat ekonomi dalam Islam itu sendiri yakni keadilan. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Dr. Misnen Ardiansyah, SE., M.Si. 2. Abdul Mughits, S.Ag., M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Acfta, invisible hand, Pasar bebas, inequality
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6038

Actions (login required)

View Item View Item