PENDIDIKAN SPIRITUAL DALAM TRADISI MUJAHADAH KAUM SANTRI PONDOK PESANTREN LUQMANIYAH YOGYAKARTA

KASIONO - NIM. 05470003 , (2011) PENDIDIKAN SPIRITUAL DALAM TRADISI MUJAHADAH KAUM SANTRI PONDOK PESANTREN LUQMANIYAH YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

[img]
Preview
Text (PENDIDIKAN SPIRITUAL DALAM TRADISI MUJAHADAH KAUM SANTRI PONDOK PESANTREN LUQMANIYAH YOGYAKARTA)
BAB I, V, DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version

Download (971kB) | Preview
[img] Text (PENDIDIKAN SPIRITUAL DALAM TRADISI MUJAHADAH KAUM SANTRI PONDOK PESANTREN LUQMANIYAH YOGYAKARTA)
BAB II,III,IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (609kB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian field research atau penelitian lapangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif (Qualitative Research), pengolahan dan analisa data menggunakan deskriptif analitik (penafsiran). Setelah dilakukan penelitian, Pondok Pesantren Luqmniyyah menerapkan Pendidikan Spiritual sebagai pembentukan ruhani santri, dalam Islam pendidikan spiritual dengan pendidikan ruhani adalah menjaga hubungan baik dengan Tuhan, dengan mengutamakan :1) Distansi (Mengambil jarak antara diri dengan nafsunafsu yang berusaha memperhamba jiwanya, serta mengambil jarak dengan ikatan dunia) 2) Konsentrasi (memfokuskan pada yang dituju) 3) Iluminasi atau Kasyaf (tersingkap tabir), 4) Insan Kamil (manusia yang sempurna), 5) Tawassul Dengan hamba pilihan Allah SWT (perantara dalam memohon kepada Allah melalui keutamaan dari hamba-hamba Allah dengan kedudukan rasul, ilmu yang dimiliki atau karena kenabiannya. Dalam mencapai pendidikan spiritual (ruhani) maka perlu cara agar mencapai ruhani yang kuat dan jiwa yang sehat dalam menjalankan spiritual perlu dengan menjalankan rangkaian metode, seperti dzikir, diam, sabar, ikhlas, istiqamah, doa, syukur, tawakal. Sedangkan cara tersebut sudah menjadi konsep dalam tradisi mujahadah, karena dalam tradisi mujahadah terdapat dzikir, solawat, dan do'a sebagai metode ruhani yang diajarkan di Pondok Pesantren Luqmaniyyah. Menjadi sangat penting pendidikan spiritual sebab setiap santri membutuhkan perasaan yang mana pertama, kebahagiaan, kedua, ketenangan, ketiga, rasa kasih sayang. Masalah dapat saja timbul apabila ketiga komponen perasaan ini hilang, yang terjadi adalah kesulitan belajar, anti sosial, dan motivasi belajar menurun. Maka peran mujahadah merupakan sebagai sarana dalam memberi kebahagiaan, hati tenang, dan rasa kasih sayang. Demikian juga dengan santri yang terbiasa melaksanakan mujahadah memberikan nilai positif dalam kesehariannya, sehingga ini sangat diperlukan oleh santri. Dalam tradisi mujahadah terdapat nilai yang terkandung di dalamnya sehingga santri terbantu ketika belajar (ngaji) di Pondok Pesantren Luqmaniyyah. nilai Wasilah atau bertawassul (perantara dalam memohon kepada Allah SWT untuk mencapai tujuan), nilai Ilahiyah (semua manusia yang ada di atas dunia butuh kepadaNya dan kepadaNya manusia manusia itu meminta pertolongan), nilai Roja' (Optimisme) (berusaha untuk berarap yang terbaik dari Allah), nilai Istigfar (manusia tekadang salah dan lupa), nilai Tawakkul (berserah diri dan berusaha kepada Allah), nilai Mahabbah (menyadari akan kemuliaan-Nya (Jalal), kesempurnaan-Nya (Kamal), keindahan-Nya (Jamal), dan kasih sayang-Nya, kemurahan-Nya serta sifat-sifat lain yang menggiring-Nya maka menjelmalah cinta kepada-Nya melalui pendekatan diri kepada Allah dalam tradisi mujahadah).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dr.Ahmad Arifi, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Tradisi Mujahadah
Subjects: Kependidikan Islam
Divisions: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan > Kependidikan Islam (S1)
Depositing User / Editor: Miftakhul Yazid Fuadi, SIP.
Date Deposited: 21 Mar 2013 08:51
Last Modified: 22 Mar 2017 01:39
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6058

Actions (login required)

View Item View Item