PENGARUH WAS-WAS TERHADAP NIAT

USMAN SALEH , (2008) PENGARUH WAS-WAS TERHADAP NIAT. /Jurnal/Al-Jamiah/Al-Jamiah No. 16 Th. XV-1977/.

[img]
Preview
Text
05. USMAN SALEH - PENGARUH WAS-WAS TERHADAP NIAT.pdf

Download (956kB) | Preview
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_lightbox)
lightbox.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_preview)
preview.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_medium)
medium.jpg

Download (0B)
[img] Other (Thumbnails conversion from text to thumbnail_small)
small.jpg

Download (0B)

Abstract

Ada tiga syarat pokok yang menentukan agar ibadah seseorang diterima oleh Allah SWT yaitu : 1. Iman b Iman merupakan landasan pokok kehidupan beragama. Berdasarkan firman Allah yang artinya : arang siapa mengharapkan berjumpa dengan (memperoleh keridlaan) Allah hendaklah ia beramal sholeh dan dalam beribadah tidak menyekutukan-Nya terhadap sesuatu (Q.S. 18:111), dalam hadits juga diterangkan : arang siapa dalam beramal ia menyekutukan Aku kepada selain daripada Aku maka ia Aku tinggalkan pada sekutu Ku itu (H.R. Muslim). b Ayat diatas menjelaskan bahwa untuk memperoeh keridlaan Allah disyaratkan b a. Beramal Sholeh, yaitu amalan-amalan baik yang telah digariskan oleh Agama dan sesuai pula dengan aturan-aturannya. . Tidak menyekutukan Allah, artinya tidak menyamakan Allah (bentuk, sifat dan perbuatan-Nya) kepada benda-benda lain. b Orang yang dalam batin atau keyakinannya, mengakui adanya kekuasaan lain selain Allah atau tidak mengakui sama sekali terhadap kekuasaan Allah sudah logis jika ia tidak akan memperoleh keridlaan Allah. Dan dalam Hadits Qudsi diatas dijelaskan bahwa Allah tidak menerima amalan orang-orang yang menyekutukan-Nya. 2. Niat dengan Ikhlas b Firman Allah yang artinya : Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya Aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan ikhlas (memurnikan ketaatan) kepada-Nya (Q.S. 39:11), Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dengan lurus (Q.S 90:5). b Hadits nabi SAW yang artinya : ahwasanya amalan itu (harus) dengan niat (H.R.Bukhari). b Kedua ayat tersebut memerintahkan kita agar ikhlas dalam melakukan ibadah. Tentang Hadits diatas para ulama berbeda-beda pendapat dalam menafsirinya, anatara lain : b a. Bahwasanya sempurnya amalan itu dengan niat; b b. Bahwasanya sebaiknya (afdlal) amalan itu dengan niat; bc. Bahwasanya sahnya amalan itu dengan niat. b Jika kedua ayat itu dan Hadits diatas kita hubungkan satu sama lain maka kita dapat menyimpulkan sebagai berikut : Dalam kita melakukan ibadah harus ikhlas, padahal ikhlas itu justru terletak dalam niat. Oleh karena itu dalam beribadah kita diperintahkan niat dengan ikhlas. 3. Shah b Artinya ibadah itu dikerjakan menurut petunjuk-petunjuk syara. Hal ini sesuai dengan Hadits Nabi yang artinya : arang siapa melakukan pekerjaan bukan seperti yang kami perintahkan maka pekerjaan itu ditolak (tak sah) (H.R Bukhari dan MUslim). Disini jelas bahwa amalan yang dikerjakan tidak menurut perintah atau petunjuk-petunjuk -baik dari Al-Quran maupun Sunnah- ditolak oleh Allah. Jadi perbuatan itu harus dilakukan dengan secara shah. b

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Pengaruh, Was-wa, Niat
Subjects: Al Jamiah Jurnal
Divisions: E-Journal
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Date Deposited: 05 Apr 2013 09:01
Last Modified: 24 May 2013 14:23
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/609

Actions (login required)

View Item View Item