PERILAKU JUJUR DALAM BERKONSUMSI DI KANTIN KEJUJURAN SMAN 7 YOGYAKARTA

ACEP IQBAL SYAMSUL BILAD - NIM. 06380058, (2011) PERILAKU JUJUR DALAM BERKONSUMSI DI KANTIN KEJUJURAN SMAN 7 YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Di dalam kehidupan manusia, tingkah laku atau kepribadian merupakan hal yang sangat penting, sebab aspek ini akan menentukan sikap identitas diri seseorang. Permasalahan baik dan buruknya seseorang itu akan terlihat dari tingkah laku atau kepribadian yang dimilikinya. Oleh karena itu, perkembangan dari tingkah laku atau kepribadian ini salah satunya sangat tergantung kepada baik atau tidaknya proses pendidikan yang ditempuh. Seperti halnya penerapan kantin kejujuran yang ada di sekolah merupakan sebuah terobosan baru dalam pengembangan media dan sumber pembelajaran bagi dunia pendidikan. Penerapan kantin kejujuran sebagai media pembelajaran yang menfokuskan pada pendidikan moral utamanya adalah menyangkut pendidikan aqidah dan akhlak. Ada beberapa langkah yang bisa praktikkan sedini mungkin. Langkah tersebut antara lain dengan melatih kejujuran. Latihlah menjadi orang jujur dari hal-hal yang kecil. Rasulullah selalu mempraktikkan kejujuran, termasuk ketika melakukan aktivitas jual beli. Dari beberapa penjelasan di atas, salah satu fenomena menarik terkait dengan upaya membudayakan perilaku jujur sebagai gaya hidup adalah penggalakan pembangunan kantin kejujuran di lingkungan sekolah mulai dari sekolah dasar hingga perkantoran. Pembentukan Kantin Kejujuran (KaJu) bertujuan untuk menerapkan budaya antikorupsi sejak dini kepada anak bangsa. Terinspirasi dari beberapa hal yang telah dipaparkan di atas, munculnya kantin kejujuran menjadi tolak ukur tingkat kejujuran di kalangan masyarakat khususnya siswa-siswi SMA N 7 Yogyakarta. Dari sinilah penyusun merasa perlu melakukan penelitian, bagaimana perilaku jujur konsumen di Kantin Kejujuran SMA N 7 Yogyakarta jika ditinjau menurut perspektif sosiologi hukum Islam Pembicaraan mengenai kejujuran dalam berkonsumsi adalah penting karena terdapat perbedaan antara ekonomi modern dan ekonomi Islam. Dalam hal konsumsi terletak pada cara pendekatannya dalam memenuhi kebutuhan yang diperlukan oleh seseorang. Oleh karena itu, ekonomi Islam (Syariah Islam) memiliki seperangkat etika dan norma yang harus dipegang manakala seseorang berkonsumsi. Beberapa etika menurut M.A. Manan adalah: Prinsip Keadilan, Prinsip Kebersihan, Prinsip Kesederhanaan, Prinsip Kemurahan hati, serta Prinsip Moralitas. Dari sekian prinsip yang ada, penulis hanya mengambil satu prinsip yakni prinsip moralitas. Prinsip ini digunakan sebagai pendekatan sosiologisnya antara teori dengan praktik di kantin yang menjadi obyek penelitian. Dari hasil pengamatan penyusun, mengenai pelaksanaan program kantin kejujuran ini, secara umum sudah cukup bagus, dan tingkat kejujuran sudah hampir mendekati target yang diharapkan, hal ini menandakan siswa-siswi sudah berperilaku jujur. Di samping itu masih ada beberapa kekurangan tersebut antara lain, managemen pengelolaan yang masih sangat kurang tertata dengan rapi, erja sama dari semua pihak pun masih kurang baik. Terakhir, dan tidak kalah pentingnya yakni sosialisasi serta pengawasan yang sangat kurang efektif. Hal ini merupakan salah satu penyebab kantin vakum atau berhenti operasionalnya untuk sementara waktu dan persentasi tingkat kejujuran di kalangan siswa-siswi menurun drastis. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. Mochamad Sodik, S.Sos., M.Si 2. Drs. Ibnu Muhdir, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: perilaku jujur, berkonsumsi, kantin jujur
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6109

Actions (login required)

View Item View Item