HUKUM PERKAWINAN DI BAWAH UMUR KOMPARASI PEMIKIRAN IMAM ASY-SYAFII DAN IBNU SYUBRAMAH

FAJAR ABDUL BASHIR - NIM. 08360016-K, (2011) HUKUM PERKAWINAN DI BAWAH UMUR KOMPARASI PEMIKIRAN IMAM ASY-SYAFII DAN IBNU SYUBRAMAH. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Pernikahan dini atau pernikahan di bawah umur ramai diperbincangkan oleh banyak pakar hukum perkawinan di negeri ini menyusul berita pernikahan Pujiono Cahyo Widianto alias Syeh Puji, seorang saudagar kaya di Semarang yang berusia 43 tahun, yang menikahi seorang anak gadis berusia 12 tahun Lutfiana Ulfa. Pernikahan Syeh puji diberitakan besar-besaran di media massa setelah digugat oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Komnas Perlindungan Perempuan. Menurut Imam Asy-Syafii dan mayoritas pakar hukum Islam melegalkan pernikahan dini. Pemahaman ini merupakan hasil interpretasi dari Surat at-Talaq (65): 4. Disamping itu, sejarah telah mencatat bahwa Aisyah dinikahi Baginda Nabi dalam usia sangat muda, dan begitu pula pernikahan dini merupakan hal yang lumrah di kalangan sahabat. Bahkan sebagian ulama menyatakan pembolehan nikah dibawah umur sudah menjadi konsensus (ijma') pakar hukum Islam. Namun beda dengan Ibnu Syubramah, beliau berpendapat bahwa agama melarang pernikahan sebelum usia baligh. Menurutnya, nilai esensial pernikahan adalah memenuhi kebutuhan biologis, dan melanggengkan keturunan. Sementara dua hal ini tidak terdapat pada anak yang belum baligh. Ibnu Syubramah mencoba melepaskan diri dari kungkungan teks, memahami masalah ini dari aspek yuridis, historis, filosofis, sosiologis, dan kultural yang ada. Sehingga dalam menyikapi pernikahan Nabi Saw dengan Aisyah (yang saat itu berusia usia 6 tahun), Ibnu Syubramah menganggap sebagai ketentuan khusus bagi Nabi saw. yang tidak bisa ditiru umatnya. Penelitian ini merupakan Penelitian pustaka (library research) yaitu, penelitaian dari data-data yang diperoleh dari bahan pustaka yang pembahasanya berkaitan dengan hukum menikah di bawah umur, baik bahan primer maupun bahan skunder. Kajian ini menggunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif-analitis komparatif, yakni mendeskripsikan atau menguraikan data-data yang berkaitan dengan hukum menikah di bawah umur dalam perspektif Imam Asy-Syafii dan Ibnu Syubramah yang telah diperoleh, dan data-data dari berbagai segi untuk kemudian dianalisa guna mendapatkan suatu pandangan ataupun kesimpulan yang relevan. Penelitian ini berusaha untuk menelusuri tentang rumusan hukum menikah di bawah umur dalam perspektif Imam Asy-Syafii dan Ibnu Syubramah serta adanya manfaat dan madarat. Sehingga dari penilitian tersebut dapat diketahui perbedaan dalil yang digunakan beserta alasannya mengenai pendapat tentang hukum menikah di bawah umur dalam hukum Islam. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa menurut Imam Asy-Syafii menikah di bawah umur hukumnya boleh dan sah berdasarkan nash Al-Qur'an, Hadis, Asar, dan ijma' para ulama. Sedangkan menurut Ibnu Syubramah, menikah di bawah umur hukumnya tidak sah berdasarkan na amp;#351; Al-Qur'an An-Nisa' (4): 6. Selain dari segi yuridis, dalam beristinbat Ibnu Syubramah lebih melihat kepada nilai filosofis dan sosiologis atau dalam istilah hukum Islam dikenal dengan maqasid asy-syar'i. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Fatma Amilia, S.Ag., M.Si. 2. Dr. H. Agus Moh. Najib, S.Ag., M.Ag.
Uncontrolled Keywords: hukum perkawinan di bawah umur, pemikiran Imam asy-Syafi'i dan Ibnu Syubramah
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6112

Actions (login required)

View Item View Item