HAK DAN PERAN PEREMPUAN DALAM RUANG PUBLIK (STUDI KOMPARASI ASGHAR ALI ENGINEER DAN AMINA WADUD MUHSIN)

FATHORRAZI - NIM. 07360028, (2011) HAK DAN PERAN PEREMPUAN DALAM RUANG PUBLIK (STUDI KOMPARASI ASGHAR ALI ENGINEER DAN AMINA WADUD MUHSIN). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Ketika memperbincangkan posisi perempuan, maka terdapat sejumlah problematika yang mengiri keberadaannya. Hal ini terjadi pergolakan antara pemikir normatis (teks) dengan pemikir rasionalis (teks-konteks). Mengenai hak dan peran perempuan dalam ranah sosial dapat dipastikan perempuan dapat leluasa berpartisipasi dalam bidang-bidang yang disukainya. Sebab, dengan memandang hak dan peran perempuan secara positif, maka mereka dapat berpikir matang demi menonjolkan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Namun, tidak semua mewakili akan andilnya perempuan dalam ranan publik, dikarenakan keadilan tidak selamanya berpihak kepada perempuan. Oleh karena itu, tidak adil jika posisi perempuan dan kedudukan perempuan dianggap kaum yang lemah, marjinal, didiskreditkan, didiskriminasikan keberadaannya (dibatasi dalam ruang publik). Selain itu, perempuan ditafsir secara tidak benar (the second sex) oleh kalangan penafsir yang hanya menyandarkan teks (al-Quran dan al-Hadits) tanpa memandang konteks, di mana posisi laki-laki justru diperhitungkan, berhak atas kekuasaannya (mengatur dan membatasi ruang gerak bagi perempuan). Sudah saatnya penafsiran di dalam al-Quran maupun al-Hadits dapat menjawab tuntutan terhadap perempuan yang harus menderang di tengah semangat demokratisasi, sehingga wacana seputar gender tidak memposisikan laki-laki semata. Peranan perempuan dalam wilayah publik perlu diperhatikan, mengenai kesetaraan makhluk (manusia) di mata Tuhan. Sebab, perempuan bukan diciptakan untuk dijadikan budak dari laki-laki. Perempuan juga ingin berekspresi di lingkungan publik. Dalam hal ini, pendekatan yang digunakan penyusun adalah pendekatan filosofis, yaitu pendekatan yang digunakan tentang studi perbandingan kedua tokoh mengenai hak dan peranan perempuan dalam ruang publik. Antara pemikiran dan argumentasi keduanya memiliki pendekatan yang berbeda; Asghar Ali Engineer dengan pendekatan burhani dan Amina Wadud melalui pendekatan bayani. Tidak dapat dipungkiri jika keduanya sangat berperan aktif dalam parsitisipasinya menyangkut hak dan peran perempuan dalam ruang publik. Maka status perempuan tidak sebatas memikul peran domestik semata, peran perempuan sama-sama memiliki potensi seperti laki-laki. Kendati demikian, jika ditautkan ke dalam konteks keindonesiaan, perempuan juga berhak memperjuangkan partisipasi keperempuanannya dalam ruang sosial, walaupun ada batasan yang harus dilakukan oleh perempuan keseimbangan). Di indonesia saja hak perempuan tidak secara multak menggantungkan nasibnya kepada laki-laki. Peran perempuan banyak diperhitungkan ke ranah publik. Itulah sebabnya, banyak kesempatan bagi perempuan untuk melakukan peranan yang produktif di luar rumah bukan hanya produktif di dalam rumah. Tuntutan perempuan terbukti pada krisis yang membelit Indonesia, di mana perempuan merelakan diri untuk melakukan pekerjaan publik demi menyambung hidup dan memberikan kesempatan kepada perempuan untuk ikut berpartisipasi di ruang publik. Sesuai bidang yang menjadi kemapuannya. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Dr. H. Agus Moh Najib, S.Ag., M. Ag. 2. Sri Wahyuni, S. Ag., M. Ag., M. Hum.
Uncontrolled Keywords: perempuan, ruang publik, Asghar Ali Engineer, Amina Wadud Muhsin
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6118

Actions (login required)

View Item View Item