HAK ASUH ANAK AKIBAT PERCERAIAN (STUDI KOMPARASI HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF)

MAHYUDIN ISMAIL - NIM. 08360024-K, (2011) HAK ASUH ANAK AKIBAT PERCERAIAN (STUDI KOMPARASI HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Hadanah adalah mengasuh, memelihara dan mendidik seorang anak lakilaki maupun anak perempuan yang belum mumayyiz dan belum dapat berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri hingga anak tersebut memasuki masa dewasa atau mampu berdiri sendiri. Ibunyalah yang berhak untuk mengasuhnya, tetapinafkah menjadi tanggungan sang ayah meliputi masalah ekonomi, pendidikan, dan segala kebutuhan pokok anak tersebut hingga dewasa, berupa pengawasan dan pelayanan dengan sebaik-baiknya. Pemeliharaan terhadap anak sangatlah penting oleh karena itu Islam meletakkan dua landasan utama bagi permasalahan anak, pertama, kedudukan dan hak anak, kedua pembinan sepanjang pertumbuhannya. Mengenai persoalan hadanah, seringkali menjadi persoalan oleh kedua orang tuanya setelah terjadi perceraian. Untuk menjawab persoalan di atas, maka penyusun mengunakan penelitian yang berupa penelitian dalam kategori kepustakaan (library research), Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan normatif yuridis, yaitu pendekatan dengan berdasarkan pada al-Qur'an dan sunnah Nabi, serta pendekatan yuridis, yaitu pendekatan dengan berdasarkan pada perundangundangan. Penelitian dalam skripsi ini bersifat deskriptik analitik komparatif yaitu mengolah dan mendiskripsikan data yang dikaji dalam tampilan data yang lebih dipahami sekaligus menganalisis data tersebut dengan memberikan gambaran jelas dan sistematik mengenai hak asuh anak akibat perceraian dalam hukum Islam dan hukum Positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan data kemudian dianalisis dan diambil kesimpulan . Adapun hasil dari penelitian ini adalah: menurut pandangan hukum Islam baik hukum Islam klasik maupun hukum Islam dalam tata perundang-undangan Indonesia (UU Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam) menjelaskan bahwa prinsip-prinsip pemeliharaan anak (hadanah) merupakan kewajiban bersama antara suami dan istri dengan ketentuan seorang ibu bertanggung jawab terhadap penyusuan (rada'ah), pengasuhan dan pendidikan sedangkan ayah bertanggung jawab terhadap biaya pemeliharaan anak. Ketika terjadi perceraian di antara kedua orangtua maka ibu lebih berhak untuk mengasuhnya. Dalam hukum Islam hak pengasuhan anak (hadanah) adalah pemeliharaan anak sebelum mumayyiz, yang secara eksplisit diberikan kepada ibunya namun ketentuan ini bisa dikesampingkan dan diabaikan. Dengan kata lain ketentuan yang imperatif. Sedangkan dalam hukum Positif orangtua memiliki hak yang setara dan sama antara bapak dan ibu sebagai orangtua untuk mengasuh, memelihara dan merawat serta melindungi hak-hak anak. Yang terpenting kemampuan orangtua untuk mengasuh dan memelihara anak. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Budi Ruhiatudin, SH., M.Hum. 2. Drs. Riyanta, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: hak asuh anak, perceraian
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6156

Actions (login required)

View Item View Item