KONSEP ISLAM TENTANG HAK ASASI MANUSIA STUDI PEMIKIRAN ABDURRAHMAN WAHID DAN NURCHOLIS MADJID

MUHAMMAD FUADI - NIM. 04360051, (2011) KONSEP ISLAM TENTANG HAK ASASI MANUSIA STUDI PEMIKIRAN ABDURRAHMAN WAHID DAN NURCHOLIS MADJID. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Hak Asasi Manusia dalam Islam hingga kini masih menjadi perdebatan panjang, sebab sejak di deklarasikannya Universal Declaration of Human Right (UDHR) atau yang lebih dikenal di Indonesia sebagai Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) persoalan HAM tiada habisnya dibahas, banyak yang beranggapan bahwa apa yang disahkan dalam DUHAM tidak semuanya bisa diadopsi dalam Islam, juga apa yang sudah ada dalam Islam tidak bisa dihilangkan walaupun dengan alas an perkembangan zaman. Klaim bahwa Islam adalah agama yang paling menjaga Hak Asasi Manusia menjadi persoalan utama, klaim tersebut dilandaskan atas konsep dasar Ushul fiqh yang menjadi landasan pengambilan kesimpulan suatu keputusan hukum. Yang menyatakan bahwa dalam Ushul Fiqh terdapat Maqashid Syari'ah (Tujuan Syari'at) yang terangkum dalam Al Kulliyat al Khamsah yakni Hifdzu addin (Menjaga agama), hifdzu al-nafs (Menjaga Jiwa), hifdzu al-'aql (Menjaga Akal), hifdzu al-nasl (Menjaga Keturunan) dan hifdzu al-mal (Menjaga Harta). Dua tokoh cendekiawan muslim Indonesia Abdurrahman Wahid dan Nurcholis Madjid menjelaskan lebih lanjut tentang HAM dalam pandangan Islam. Secara konsep Abdurrahman Wahid menyatakan bahwa HAM benar ada dalam Islam hanya saja aplikasi terhadap perlindungan HAM di Negara-negara muslim sangat memprihatinkan, hingga pengakuan terhadap agama yang sangat melindungi HAM bertentangan dengan kenyataan. Sementara itu, Nurcholis Madjid mengatakan bahwa sumber HAM saat ini yang paling layak tidak bersumber dari agama melainkan dari DUHAM (Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia), maka dirasa perlu agama Islam merujuk kepada DUHAM tersebut dan itu jelas-jelas tidak bertentangan dengan agama Islam sebab Islam mengakui kebenaran dari sumber manapun. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka (Library Research) dengan menggunakan pendekatan kajian Deskriptif-analitik-komparatif dan tekhnik pengambilan data yang sumber-sumber datanya diperoleh dari buku, media cetak dan elektronik yang kemudian diolah dan dianalisis, perbedaan pemikiran diantara keduanya terkait dengan konsep HAM dalam Islam, baik sumber Ham dan aplikasi HAM dalam Islam. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa pendapat mereka saling berbada namun dengan tujuan yang sama yaitu Islam mampu menegakkan HAM, namun dengan cara dan proses yang berbeda. Abdurrahman Wahid mengakui bahwa HAM berasal dari Islam tapi kenyataannya pelanggaran HAM terbanyak terjadi di Negara-negara yang berpenduduk muslim mayoritas. Abdurrahman Wahid juga mengkritisi para tokoh Muslim yang menolak adanya DUHAM (Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia). Kritikan juga ia sampaikan bahwa banyak sekali hukum Islam yang bertentangan dengan HAM seperti hukum bagi orang yang murtad dari Islam harus dii hukum mati, sementara dalam DUHAM hak untuk memeluk agama dilindungi. Berbeda halnya dengan Nurcholis Madjid yang menyatakan bahwa HAM merupakan produk pemikiran manusia, dan tidak ada salahnya bila Islam mengaplikasikan DUHAM, sebab kemaslahatan di dalam Islam diakui tanpa memandang dari mana subernya. Selama hukum itu medatangkan kemaslahatan maka Islam mengakuinya. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Faturrohaman, S.Ag. M.Ag. 2. Witriani, S.S. M.Hum.
Uncontrolled Keywords: konsep Islam, Hak Asasi manusia, Abdurrahman Wahid, Nurcholish Madjid
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6170

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum