STRATEGI COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MTS NEGERI GALUR KULON PROGO

RESTIA FATMASARI - NIM. 07410077 , (2011) STRATEGI COOPERATIVE LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN MOTIVASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MTS NEGERI GALUR KULON PROGO. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Latar belakang masalah ini adalah rendahnya keaktifan dan motivasi siswa dalam pembelajaran Aqidah akhlak kelas VIID MTs Negeri Galur Kulon Progo. Hal ini disebabkan oleh guru dalam mengajar menggunakan strategi yang konvensionl yaitu ceramah dan mencatat sehingga menyenabkan kejenuhan dan kebosanan dalam diri para siswa. Oleh karena itu perlu diadakan penelitian untuk memperbaiki kualitas pembelajaran terutama dalam hal keaktifan dan motivasi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan mendiskripsikan penerapan strategi Cooperative Learning tipe Group Investigation dalam pembelajaran Aqidah Akhlak guna meningkatkan keaktifan dan motivasi siswa kelas VIID MTs Negeri Galur Kulon Progo setelah strategi tersebut diterapkan. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif, dengan mengambil latar MTs Negeri Galur Kulon Progo. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan, wawancara, dokumentasi dan angket. Analisis data yang digunakan menggunakan data statistik sederhana untuk mengetahui keaktifan dan motivasi siswa. Urutan pelaksanaan tindakan mencakup: (a) perencanaan, (b)implementasi, (c)pengamatan, (d) refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tindakan kelas selama siklus I dan pada siklus II mengalami peningkatan jika dibandingkan saat observasi awal. Penerapan Strategi Cooperative Learning tipe Group Investigation ini lebih melibatkan siswa saat pembelajaran berlangsung yaitu dengan siswa diminta menuliskan apa yang ingin mereka ketahui sesuai dengan indikator rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah dibuat oleh guru, bekerja kelompok untuk melakukan investigasi, presentasi, kuis, serta adanya penghargaan atau reward dari guru atas kerja keras kelompok. Selanjutnya adanya peningkatan keaktifan dan motivasi siswa, rasa ingin tahu siswa, antusiasme saat mengikuti pembelajaran maupun dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru dan kelompok, keberanian dalam mengungkapkan pendapat, menerima pendapat orang lain, kemauan untuk bertanya, dan menjawab pertanyaan saat kuis berlangsung. Secara umum peningkatan keaktifan dan motivasi siswa cukup signifikan. Pada observasi awal skor rata-rata keaktifan siswa hanya 13 saja dan dikategorikan kurang. Pada siklus I keaktifan siswa mengalami peningkatan yaitu skor rata-rata setiap siswa adalah 16 dan dapat dikategorikan keaktifan siswa baik. Pada siklus II skor keaktifan rata-rata setiap siswa adalah 17 dapat dikategorikan keaktifan siswa sangat baik. Dalam hal motivasi siswa, peserta didik mempunyai rasa senang, perhatian, rasa tertarik, rasa ingin tahu, dan antusias dalam mengerjakan tugas. Hal ini juga mengalami peningkatan yang cukup baik. Pada observasi awal skor rata-rata setiap siswa adalah 30 dapat dikategorikan motivasi siswa kurang, pada siklus I skor rata-rata motivasi setiap siswa adalah 38 dapat dikategorikan motivasi siswa sangat baik. Pada siklus II rata-rata motivasi setiap siswa adalah 19 dapat dikategorikan siswa mempunyai motivasi sangat baik. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dr. Sangkot Sirait, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Pembelajaran Aqidah Akhlak , Motivasi
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6182

Actions (login required)

View Item View Item