NIKAH SIRRI STUDI KOMPARATIF PANDANGAN SANTRI PONDOK PESANTREN A.P.I (ASRAMA PERGURUAN ISLAM) TEGALREJO

RIZKA ROIKHANA - NIM. 07360063, (2011) NIKAH SIRRI STUDI KOMPARATIF PANDANGAN SANTRI PONDOK PESANTREN A.P.I (ASRAMA PERGURUAN ISLAM) TEGALREJO. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Nikah sirri merupakan fenomena masyarakat yang dalam dekade delapan puluhan ini sering terjadi dan diperbincangkan, yang fenomena ini tidak hanya berdampak positif akan tetapi berdampak negatif pula. Dan juga bentuk nikah sirri yang bermacam-macam yang menjadikan banyak pendapat bahkan banyak pula permasalahan yang muncul. Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang banyak ditemui di Indonesia yang masih eksis hingga sekarang. Salah satu tradisi pesantren adalah menjadikan kitab kuning sebagai referensi bagi pandangan dan sikap hidup keberagaman masyarakat pesantren. Padahal kebanyakan kitab-kitab yang dikaji pesantren dikarang dalam konteks dominasi budaya patriarkhi. Sebagaimana diketahui dalam pesantren bahwa kaidah aturan Islam lebih banyak dikenal daripada Undang-Undang Negara. Berdasarkan uraian tersebut peneliti tertarik untuk menelusuri pandangan santri terhadap nikah Sirri. Masalah tersebut diteliti secara langsung terjun kelokasi penelitian. Penelitian ini merupakan deskriptif analitik amp; komparatif. Metode pengambilan data melalui penyebaran angket kepada responden dan wawancara serta dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Disertai pendekatan normatif dalam hal ini adalah kitab-kitab fiqh dan ayat-ayat al-Qur'an serta teks hadis yang dijadikan landasan yang berhubungan dengan nikah sirri, kemudian dianalisis menggunakan metode deduktif dan induktif. Jumlah populasi penelitian adalah 180 santri untuk pondok API Tegalrejo dan 30 santri untuk pondok Pabelan. Sampel penelitian adalah 30% dari populasi, yaitu 60 santri untuk pondok API Tegalrejo karena lebih dari 100. Dan tetap 30 santri untuk pondok Pabelan karena kurang dari 100 populasi. Berdasarkan jawaban responden, dapat disimpulkan bahwa secara umum pandangan santri di Pondok Pesantren API Tegalrejo terhadap nikah sirri itu setuju dengan memenuhi syarat rukun nikah dalam Islam, dan kurang tahu mengenahi Undang-Undang Pernikahan bahkan mengenahi RUU Nikah sirri, dan pandangan santri Pondok Pesantren Pabelan tidak setuju dengan nikah sirri karena tidak memenuhi dari Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 serta karena dilihat dari dampak nikah sirri menurut mereka tidak baik bagi anak dan istri dalam ranah peraturan negara. Faktor yang melarbelakangi pendapat santri terhadap nikah sirri adalah faktor lingkungan dan pendidikan, walaupun ada juga yang menjawab dari faktor agama. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. Makhrus Munajat, M.Hum. 2. Hj. Fatma Amilia, M.Si.
Uncontrolled Keywords: nikah sirri, santri, pondok pesantren Tegalrejo dan Pabelan
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6206

Actions (login required)

View Item View Item