SHALAT FARDHU SECARA BERJAMA'AH (STUDI KOMPARASI PENDAPAT IMAM ASY SYAFII DAN IMAM AHMAD BIN HANBAL)

SHALAHUDIN AL AYYUBI - NIM. 08360007-K, (2011) SHALAT FARDHU SECARA BERJAMA'AH (STUDI KOMPARASI PENDAPAT IMAM ASY SYAFII DAN IMAM AHMAD BIN HANBAL). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Tidak dipungkiri lagi bahwa shalat fardhu lima waktu adalah ibadah yang sangat penting bagi umat Islam, serta merupakan rukun Islam yang kedua setelah syahadat. Semua umat Islam telah mengetahui bahwa Allah SWT telah mewajibkan shalat atas mereka lima kali sehari semalam, pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Shalat adalah ibadah mahdhah badaniyyah yang paling efektif dalam mewujudkan hubungan seorang hamba secara vertikal dengan Allah SWT. Banyak ayat maupun hadis Nabi yang memerintahkan kapada setiap individu dari umat Islam untuk menjaga ibadah shalat tersebut, bahkan diperintahkan untuk dilaksanakan secara berjamaah. Di kalangan ulama berkembang banyak pendapat tentang hukum shalat berjamaah. Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa hukum shalat berjamaah adalah fardhu ain, sehingga orang yang tidak ikut shalat berjamaah berdosa. Sedangkan Imam Asy Syafii berpendapat bahwa hukumnya adalah fardhu kifayah sehingga bila sudah ada orang yang melaksanakan shalat jamaah, gugurlah kewajiban orang lain untuk melaksakannya secara berjamaah. Fakta di atas menggugah penyusun untuk mengkaji pendapat yang mana sebenarnya yang lebih rajih. Dalam penelitian ini, penyusun menggunakan penelitian pustaka(library research), yaitu penelitian yang obyek utamanya adalah buku-buku perpustakaan. Maksudnya, data-data dicari dan ditemukan melalui kajian-kajian pustaka, buku-buku yang relevan, serta makalah-makalah atau artikel-artikel baik cetak maupun malalui internet. Adapun tipe penelitian yang penyusun gunakan adalah tipe penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hukum melaksanakan shalat lima waktu secara berjamaah beserta hal-hal yang berkaitan dengannya, yang dikemukakan di dalam Al Qur'an dan Hadis maupun pendapat-pendapat para ulama fiqh. Berdasarkan penelitian yang penyusun lakukan maka Imam Syafii dan Imam Ahmad bin Hanbal menggunakan dalil yang berbeda di dalam menetapkan hukum shalat fardhu secara berjamaah. Walaupun banyak penulis temukan perbedaan mengenai pendapat Imam Asy Syafii terhadap hukum shalat berjamaah tetapi penulis berkesimpulan bahwa terhadap masalah ini, Imam Asy Syafii berpendapat bahwa hukumnya adalah fardhu kifayah, sementara Imam Ahmad berpendapat bahwa hukumnya adalah fardhu ain. Tetapi kedua ulama ini sepakat terhadap pentingnya shalat berjamaah dan sangat menganjurkan kepada seluruh umat Islam untuk senantiasa melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah. Kesimpulan yang di dapat dari penelitian ini bahwa hukum shalat fardhu secara berjamaah adalah wajib (fardhu ain). Hal ini berdasarkan dalil-dali yang menunjukkan perintah untuk melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah dan adanya ancaman bagi yang meninggalkannya. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: 1. Drs. Makhrus Munajat, M.Hum. 2. Ahmad Bahiej, SH., M.Hum.
Uncontrolled Keywords: shalat fardhu, berjamaah, Imam Syafii dan Imam Ahmad bin Hanbal
Depositing User: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:49
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6215

Actions (login required)

View Item View Item