INTEGRALISME ISLAM RESPON ARMAHEDI MAHZAR TERHADAP POSTMODERNISME

AKHMAD RIF'AN ANWAR - NIM. 06510002 , (2011) INTEGRALISME ISLAM RESPON ARMAHEDI MAHZAR TERHADAP POSTMODERNISME. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Kajian atas pemikiran Islam di Indonesia telah banyak dilakukan. Hanya saja kajian yang dilakukan atas pemikiran Islam sebagai tanggapan atas perkembangan pemikiran kontemporer Barat masih belum terlalu banyak. Salah satu pemikir yang mengkaji tema ini adalah Armahedi Mahzar. Oleh sebab itu, menurut hemat penulis, kajian atas pemikiran tokoh ini menjadi penting. Armahedi Mahzar mencetuskan pemikiran tentang integralisme Islam. Pemikiran integralisme Islam ini lahir atas konstruksi dialektis antara spirit filsafat tradisional Islam dan ide-ide yang datang dari pemikiran modern Barat. Dalam membangun gagasan-gagasanya, Armahedi Mahzar banyak mengambil inspirasi dari perkembangan pengetahuan mutakhir, baik itu filsafat maupun teknologi. Langkah yang ditempuh Armahedi ini telah membawanya pada suatu corak pemikiran yang bersifat integralis, sehingga Armahedi kemudian menyebut hasil pemikirannya tersebut dengan istilah Integralisme Islam. Integralisme Islam secara sederhana bisa dipahami sebagai usaha pendekatan yang mengikutsertakan semua kebenaran yang penting dari beragam disiplin keilmuan. Dalam pendekatan integralis, ada upaya penghormatan dan kerjasama-bersama beragam kebenaran yang didekati secara berbeda-beda dalam kesejarahannya. Dengan kata lain, integralisme merupakan wawasan kemenyeluruhan dalam memandang segala sesuatu: baik sains dan teknologi dan seni, maupun budaya dan agama. Integralisme melihat semua itu sebagai satu kesatupaduan yang tak bisa dipecah ataupun dipisahkan dari kesepaduan realitas. Penelitian ini menggunakan metode historis faktual, yakni studi atas pemikiran tokoh, dalam hal ini pemikiran Armahedi Mahzar tentang postmodernisme dan integralisme Islam. Sebagai sebuah studi pemikiran, maka obyek tersebut akan dikaji secara filosofis, dan tidak dipandang menurut arti sosiologis, budaya atau politis. Dalam membicarakan tentang kaitan antara integralisme Islam dengan postmodernisme, setidaknya ada tiga prinsip mendasar dari integralisme Islam yang bersinggungan dengan imbas negatif dari postmodernisme. Tiga prinsip tersebut adalah: kesatupaduan realitas, hierarki realitas, dan Tuhan sebagai sumber kebenaran. Ketiga prinsip integralisme ini menurut Armahedi Mahzar akan menjadi solusi bagi kemelut yang dihasilkan oleh corak berpikir postmodernisme yang cenderung dekonstruktif dan relativis. Integralisme Islam yang menjadi tawaran dalam penelitian ini adalah suatu pendekatan kritis dan kontruktif terhadap pola pikir postmodernisme yang memiliki kecenderungan dekonstruktif dan menghancurkan tatanan yang sudah ada. Sebagai sebuah tawaran, tentu saja tidak harus diterima begitu saja. Hasil penelitian yang telah dilakukan penulis dalam skripsi ini menunjukkan bahwa hasil pemikiran Armahedi Mahzar barulah usaha awal untuk menghidupkan kembali tradisi berfilsafat di kalangan umat Islam. Dengan melakukan kajian awal ini, penulis berharap bahwa pemikiran tentang integralisme Islam ini bisa dikembangkan agar bisa menjadi sebuah sistem filsafat yang kuat dan benar-benar mampu menjadi sumbangan berharga umat Islam bagi peradaban dunia div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Imam Iqbal, S.Fil.I., M.S.L.
Uncontrolled Keywords: Postmodernisme
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6419

Actions (login required)

View Item View Item