AL-QISHSHAH AL QASHIRAH YAQDHATU AL-MUMIYYA FI AL MAJMU'AH HAMS AL-JUNUN LI-NAJIB MAHFUZ

FATKHUL AMAL - NIM. 06110051 , (2011) AL-QISHSHAH AL QASHIRAH YAQDHATU AL-MUMIYYA FI AL MAJMU'AH HAMS AL-JUNUN LI-NAJIB MAHFUZ. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menganalisis sebuah cerita pendek karya Najib Mahfuz yang berjudul Yaqdhatu al-Mumiyya'. Cerpen tersebut menceritakan tentang seorang yang selalu menggunakan rasio untuk menerima suatu hal. Ia berada pada lingkungan orang-orang Mesir yang selalu ia tindas dan ia sangat fanatik terhadap budaya negara-negara barat. Sampai pada suatu ketika ditemukan hartakarun yang berada di halaman rumahnya oleh penduduk Mesir. Semula ia tidak mempercayainya karena dianggap tidak masuk akal, akan tetapi setelah melihatkenyataan ia langsung terkejut. Lebih-lebih setelah tahu bahwa hartakarun tersebut berisi Mumi jendral Hor. Keterkejutannya semakin memuncak ketikaMumi tersebut bangun dan berbicara dengan nada marah kepada tokoh utama karena kesombongannya dan sifatnya yang sewenang-wenang pada penduduk Mesir. Tokoh-tokoh dalam cerpen ini memiliki bermacam-macam pemikiran,permasalahan dan masing-masing karakter yang kompleks. Untuk itu peneliti menggunakan analisis tokoh guna mengupas tokoh-tokoh dalam cerpen tersebut.Tokoh secara umum masuk dalam lingkup penelitian intrinsik karya sastra, akan tetapi dalam penelitian ini penulis lebih fokus pada tokoh-tokoh yang ada dalam cerita. Tokoh sendiri terbagi menjadi beberapa bagian. Dilihat dari segi peranan atau tingkat pentingnya, tokoh terbagi menjadi tokoh utama dan tokoh tambahan, kemudian dilihat dari sisi fungsi penampilannya, tokoh terbagi menjadi tokoh protagonis dan tokoh antagonis, sedangkan dilihat dari sisi perwatakannya tokoh terbagi menjadi tokoh sederhana dan tokoh bulat. Teknik pelukisan tokoh dalam suatu karya yang disebut penokohan merupakan proses pemberian sifat, sikap, watak, tingkah laku, dan berbagai hal lain yang berhubungan dengan jati diri tokoh. Penokohan dapat dibedakan menjadi dua cara, yaitu teknik ekspositori dan teknik dramatik. Teknik ekspositori atau sering juga disebut teknik analitis, merupakan pelukisan tokoh cerita yang dilakukan dengan memberikan deskripsi,uraian atau penjelasan secara langsung. Sedangkan teknik dramatik pelukisan tokoh cerita yang ditempuh dengan cara mirip drama, dilakukan secara tidak langsung. Artinya, pengarang tidak mendeskripsikan secara eksplisit sifat dan sikap serta tingkah laku tokoh. Dari pembagian jenis-jenis tokoh tersebut, cerpen Yaqdhatu al-Mumiyya'menampilkan tokoh utama yang bersifat antagonis. Tokoh tersebut juga memiliki karakter yang terbangun seiring dengan berjalannya alur cerita sehingga memiliki pengaruh yang kuat dalam struktur cerita. Selain itu, tokoh-tokoh dalam cerpen ini memiliki keterkaitan yang kuat dengan unsur-unsur pembangun cerita yang lain, sehingga membentuk cerita yang mudah dipahami. Dalam cerpen ini terdapat Sembilan tokoh tambahan dan satu tokoh utama. Kemudian lima tokoh protagonis dan lima tokoh antagonis serta delapan tokoh sederhana dan dua tokoh bulat yang mana dari semua tokoh tersebut saling terkait dalam hal penampilan satu tokoh dengan tokoh yang lain. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Prof. Dr.H. Taufiq A. Daldiri, SU.
Uncontrolled Keywords: cerpen, Yaqdhatu al-Mumiyya', Najib Mahfuz
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6499

Actions (login required)

View Item View Item