AKULTURASI BUDAYA CINA DAN ISLAM PADA BATIK LASEM DI REMBANG JAWA TENGAH

NURUL QOIMAH - NIM. 07120019, (2011) AKULTURASI BUDAYA CINA DAN ISLAM PADA BATIK LASEM DI REMBANG JAWA TENGAH. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Batik merupakan suatu bentuk ekspresi kesenian gambar di atas kain yang menjadi salah satu kebudayaan Indonesia. Tidak hanya keindahan yang berupa perpaduan ragam hias dan permainan warna yang mempunyai satu ciri khas tersendiri, akan tetapi juga mewakili sebuah identitas diri serta semangat yang terlihat dari kesenian batik tersebut. Sejarah batik sendiri diperkirakan dimulai dari zaman pra sejarah dalam bentuk pra batik dan mencapai proses perkembangannya pada zaman Hindu selanjutnya dikembangkan dan diperbaharui dengan unsur-unsur baru. Pada awalnya kain batik hanya dikenal sebatas lingkungan keraton atau kerajaan, di mana kain batik semula hanya dipakai oleh kalangan bangsawan dan raja-raja. Namun seiring dengan perkembangan, maka kain batik selanjutnya dikenal luas di kalangan rakyat dan terus berkembang hingga masa sekarang. Jumlah dan jenis motif kain batik yang mencapai ribuan jenis ini mempunyai ciri khas pada masing-masing daerah di Indonesia. Salah satu batik yang mempunyai ciri khas atau keunikan yakni batik dari Rembang atau lebih dikenal dengan nama Batik Lasem. Selain mendapat pengaruh dari budaya jawa, Batik Lasem ini juga mendapat pengaruh dari para pedagang Cina yang menetap di wilayah tersebut, hal ini terbukti dengan adanya warna merah pada batik. Karena memang pada saat itu Lasem merupakan pelabuhan besar yang sering disinggahi oleh berbagai pedagang dari luar khususnya Cina. Tidak hanya warna merah saja yang dikenal sebagai pengaruh Cina, warna hijau juga masuk sebagai pengaruh yang diberikan oleh komunitas muslim. Keunikan lainnya juga muncul pada motif khas masyarakat Cina itu dapat dilihat pada gambar burung hong, kilin, ikan mas, ayam hutan dan sebagainya. Fenomena tersebut menarik untuk diteliti, karena didalamnya terdapat akulturasi budaya Cina dan Islam serta Jawa khusunya sehingga dalam penelitian ini teori yang akan digunakan adalah teori akulturasi. Karena pada batik ini menampilkan simbol sesuai dengan pengaruh yang dibawa dari daerah asalnya seperti Cina, maka teori simbol juga digunakan pada penelitian ini. Dari uraian itu maka rumusan masalah yang akan dibahas adalah: Bagaimana sejarah perkembangan batik Lasem? Bagaimana bentuk akulturasi budaya Cina dan Islam pada batik Lasem? Penelitian ini, menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam penerapan metode ini meliputi tahap-tahap seperti: tahap pengumpulan data yang melalui observasi, interview, dokumentasi, analisis data dan laporan penelitian. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan antropologi budaya yaitu proses mengumpulkan dan mencatat bahan-bahan guna mengetahui keadaan masyarakat yang bersangkutan tanpa melupakan masa lampau. Penelitian ini dilakukan karena batik ini mempunyai keunikan lain dibandingkan Yogyakarta atau Solo, sehingga menimbulkan ketertarikan untuk mengetahui bagaimana perkembangannya hingga saat ini. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dr. Maharsi, M. Hum.
Uncontrolled Keywords: akulturasi, budaya Cina dan Islam, batik lasem
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6509

Actions (login required)

View Item View Item