PERAN DEWAN MASYAYIKH DALAM PROSES KOMUNIKASI DI PONDOK PESANTREN ANNUQAYAH SUMENEP

WIDAAD NAUFAL - NIM. 07210012, (2011) PERAN DEWAN MASYAYIKH DALAM PROSES KOMUNIKASI DI PONDOK PESANTREN ANNUQAYAH SUMENEP. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Kyai yang dapat disebut sebagai salah satu elite lokal merupakan pemimpin tradisional, sosok pemimpin yang kiprahnya selalu mengundang perhatian serta kajian yang menarik. Bahkan, oleh banyak orang Kyai diyakini memiliki otoritas kebenaran yang sangat besar. Otoritas kebenaran yang diperoleh kyai adalah hasil Charismatic authority atau peran kharismatik yang menyebabkan kyai mempunyai otoritas tunggal ditengah-tengah masyarakat. Disamping itu, kyai mempunyai status sakral, sehingga pelecehan atau bentuk ketidak hormatan terhadap kyai merupakan sesuatu yang dilarang. Ketaatan mutlak sebagai sikap sami'na wa atha'na (mendengar dan mengimaminya dengan penuh ketaatan) yang diberikan santri dan masyarakat, menyebabkan komunikasi yang disampaikannya menjadi hal yang tak terbantahkan. Oleh karena Kyai memiliki peran kharimatis maka perlu melihat bagaimana proses komunikasi yang dilancarkan Dewan Masyayikh Annuqayah serta aspek yang digunakan dalam proses komunikasinya. Dimana sebagai lembaga tertinggi kepesantrenan, otomatis Dewan Masyayaikh juga seringkali berperan sebagai komunikator yang menempati posisi urgen dari keberhasilan sebuah komunikasi. Dengan pertimbangan inilah penulis sebagai Mahasiswi Fakultas Dakwah tertarik untuk mengangkat Peranan Dewan Masyayikh (Kyai) dalam proses komunikasi di PP. Annuqayah Sebagai objek kajiannya, hal itu dilakukan sebagai upaya mengetahui bagaimana Peran Dewan Masyayikh dalam proses komunikasi di PP. Annuqayah. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif untuk membahas secara detail Peranan Dewan Masyayikh dalam proses komunikasi di PP. Annuqayah. Subyek dari penelitian ini Dewan Masyayikh, Pengurus Harian Annuqayah, Informan. Metode yang dipakai adalah metode interview, wawancara ini dilakukan pada Dewan Masyayikh, Pengurus Harian, dan Informan (Keluarga Dewan Masyayikh). Metode Observasi dilakukan dengan cara pengamatan langsung selama kurang lebih dua bulan. Dokumentasi digunakan pada pengumpulan data yang mengacu pada peranan Dewan Masyayikh di Pesantren serta kebijakan-kebijakan yang pernah ditetapkan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: Dewan Masyayikh sebagai lembaga tertinggi dipesantren memiliki peran sentral diantaranya; sebagai pemegang posisi kunci, yaitu lembaga tertinggi yang mengemban semua kewenangan terkait pesantren seperti manajemen pesantren, pendidikan, hubungan kerjasama, pengelolaan aset, dan lain-lain. Khususnya pada hal yang bersifat prinsip dan juga Teknis. Pola komunikasinya bersifat instruktif-konsultatif. Sehingga dalam berkomunikasi Dewan Masyayikh selalu memanfaatkan media primer dan sekunder yang ada dilingkungannya. Namun begitu Dewan Masyayikh tetap dapat berkomunikasi secara efektif yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhan dilapangan. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: Dr. H. Akhmad Rifa'i, M. Phil.
Uncontrolled Keywords: Kyai, Charismatic authority, Dewan Masyayikh, pesantren Annuqayah, komunikasi
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6563

Actions (login required)

View Item View Item