PENGGUNAAN SENJATA PEMUSNAH MASSAL DALAM KONFLIK BERSENJATA STUDI PERBANDINGAN ANTARA HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL DENGAN HUKUM ISLAM

AHMAD SUPIANSYAH - NIM. 04360039, (2011) PENGGUNAAN SENJATA PEMUSNAH MASSAL DALAM KONFLIK BERSENJATA STUDI PERBANDINGAN ANTARA HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL DENGAN HUKUM ISLAM. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Perang atau konflik bersenjata merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dari politik dan hubungan internasional. Sampai saat ini perang masih saja dijadikan jalan penyelesaian konflik antar beberapa Negara. Walaupun sudah ada lembaga internasional seperti PBB yang keberadaannya untuk mempertahankan perdamaian, namun tindakan-tindakan militer masih tetap saja digunakan. Perang sendiri menyisakan penderitaan dan kehancuran yang sangat besar seperti yang telah terjadi pada masa-masa silam. Pelanggaran terhadap hak-hak sipil sering terjadi, tindakan-tindakan yang tidak manusiawi dan perusakan fasilitas-fasilitas publik. Pesatnya perkembangan teknologi abad ini serta merta mempengaruhi perkembangan teknologi persenjataan. Sehingga strategi perang juga berkembang mengikuti teknologi yang ada. Banyaknya Negara yang melakukan riset dan pengembangan senjata-senjata baru dan mempunyai daya hancur yang sangat besar menjadikan perang pada abad ini sebuah pemusnahan umat manusia. Sebut saja senjata nuklir dengan daya ledak yang sangat besar serta senjata kimia dan biologi dengan penyebarannya yang sangat luas tanpa membedakan antara penduduk sipil dengan pihak militer. Dari pemaparan di atas terdapat permasalahan yang patut dikaji yaitu konflik bersenjata dan penggunaan senjata pemusnah massal yang di dalam skripsi ini dikaji dari segi Hukum Humaniter Internasional sebagai bagian dari Hukum Internasional yang berlaku dalam keadaan perang dan Hukum Islam. Skripsi ini berusaha mengkaji masalah di atas dengan pendekatan normatif-yuridis dengan menggunakan metode berfikir deduktif-induktif dan interpretatif. Dari penjabaran kedua hukum tersebut lalu dikomparasikan sehingga diketahui aspek persamaan maupun perbedaan dari kedua hukum tersebut memandang konflik bersenjata dan penggunaan senjata pemusnah massal dalam konflik bersenjata. Kesimpulan dari hasil penelitian ini memaparkan bahwa secara umum kedua hukum tersebut tidak melarang konflik bersenjata akan tetapi kedua hukum tersebut membatasi atau mengatur konflik bersenjata sehingga hak-hak sipil dapat dilindungi. Dan secara prinsip, kedua hukum tersebut melarang penggunaan senjata pemusnah massal, walaupun Hukum Islam tidak mengaturnya secara jelas terperinci karena munculnya istilah senjata pemusnah massal baru muncul pada abad ke-20 Masehi. Namun secara umum penggunaan senjata pemusnah massal bertentangan dengan prinsip hukum perang yang berlaku di dalam Islam. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. DR. Makhrus Munajat, M. Hum. 2. Ahmad Bahiej, SH, M. Hum.
Uncontrolled Keywords: senjata pemusnah massal, konflik bersenjata, Perang, politik, hubungan internasional
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6580

Actions (login required)

View Item View Item