KONSEP AL-BA'AH MENURUT PANDANGAN KIAI-KIAI MUDA PONDOK PESANTREN KRAPYAK

AKHMAD LUTHFI AL-MUBAROK - NIM. 07350027, (2011) KONSEP AL-BA'AH MENURUT PANDANGAN KIAI-KIAI MUDA PONDOK PESANTREN KRAPYAK. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Hadis Nabi Saw. tentang anjuran menikah yang di dalamnya terdapat kata l-ba'ah adalah hadis yang dijadikan dasar oleh ulama yang berpendapat bahwa hukum asal menikah adalah sunah. Dalam hadis tersebut Nabi Muhammad Saw. menganjurkan pemuda yang telah mampu dalam hal al-ba 'ah untuk menikah. Lebih lanjut ulama berbeda pendapat mengenai makna al-ba'ah dalam redaksi hadis tersebut. Kelompok pertama berpendapat bahwa al-ba'ah berarti jim a' (hubungan badan atau kawin), sedangkan kelompok yang lain berpendapat bahwa al-ba'ah berarti mu'nat an-nikah (beban perkawinan).Dari pergulatan pemikiran ang terjadi antara ulama dahulu itulah penyusun tertarik untuk meneliti bagaimana ulama sekarang memaknai al-ba'ah dalam konteks kekinian, juga keterkaitannya dengan hukum-hukum nikah. Penelitian ini merupakan field research atau penelitian lapangan, yaitu penelitian dengan data yang diperoleh dari kegiatan lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan wawancara terpimpin terhadap empat Kiai Muda Pondok Pesantren Krapyak mengenai konsep al-ba'ah. Studi kepustakaan yang dilakukan dengan cara mempelajari kitab-kitab yang berhubungan dengan masalah yang dibahas adalah untuk mengetahui pendapat ulama mazhab mengenai permasalahan yang diteliti. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis, yaitu dengan memaparkan pendapat Kiai-kiai Muda Pondok Pesantren Krapyak mengenai makna al-ba'ah serta implikasinya terhadap hukum nikah, kemudian menganalisanya dengan analisa yang bersifat konfirmatif yaitu dengan cara mencocokkan pendapat dengan ayat al-Qur'an maupun Hadis Nabi juga dengan pendapat ulama mazhab. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil bahwa menurut Kiai-kiai Muda Pondok Pesantren Krapyak, al-ba'ah secara bahasa berarti jima', namun di samping arti kebahasaannya, al-ba'ah juga mempunyai beberapa makna, yaitu kemampuan biologis yang tercakup di dalamnya kesiapan umur, kemampuan finansial secara minimal, kemampuan psikis yang tercakup di dalamnya kematangan emosi dan mental, kemampuan secara ilmu dan kesiapan model peran. Hal ini dikarenakan nikah tidak hanya diartikan sebagai bergaul dalam artian hubungan badan antara suami dan isteri, namun nikah juga merupakan akad yang mengandung beberapa konsekuensi. Pemaknaan al-ba'ah mempunyai implikasi secara langsung dalam pembentukan hukum nikah namun tidak secara mutlak. Artinya, seseorang yang telah memiliki kemampuan-kemampuan tersebut, ia dianjurkan menikah atau menikah hukumnya sunnah baginya. Namun, tidak serta merta seseorang yang belum memenuhi salah satu maupun keseluruhan kemampuan tersebut dimakruhan atau diharamkan menikah, karena harus ada faktor lain untuk sampai pada hukum-hukum tersebut. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Prof. Dr. Khoiruddin Nasution, M.A. 2. Dr. Agus Moh. Najib, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: al-ba'ah, hukum nikah, kiai-kiai muda, pondok pesantren
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6582

Actions (login required)

View Item View Item