TRANSFORMASI PKS MENUJU PARTAI INKLUSIF

ALI MURTADLO - NIM. 07370041, (2011) TRANSFORMASI PKS MENUJU PARTAI INKLUSIF. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Kemunculan PKS di pentas politik merupakan fenomena yang unik dan menarik. Partai yang menjadikan Islam sebagai ideologi perjuangan ini mampu memberi warna baru dalam pesta demokrasi di Indonesia. Betapa tidak, partai yang pada awal berdirinya kurang diperhitungkan banyak orang ini tiba-tiba mampu tampil sebagai partai besar dan memperoleh suara signifikan mengungguli partai-partai Islam lain yang lebih tua dan memiliki akar sejarah yang panjang. Namun ada sebagian masyarakat yang menaruh curiga terhadap PKS. PKS dianggap partai yang eksklusif serta menyimpan agenda tersembunyi (hidden agenda) untuk membentuk Negara Islam serta memperjuangkan formalisasi Syariat Islam di Indonesia. Untuk menghilangkan stigma negatif terhadap PKS, akhirnya pada Musyawarah Nasional (Munas) II PKS mewacanakan diri bertransformasi menjadi partai terbuka (inklusif). Perubahan sikap politik PKS ini tentunya menimbulkan pro-kontra di kalangan masyarakat, serta mengundang tanda tanya besar: (1) bagaimana tranformasi PKS menuju partai terbuka dan apa yang melatarbelakanginya? (2) bentuk-bentuk tranformasi apa sajakah yang PKS kembangkan? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang kemudian melatarbelakangi penyusun tertarik untuk menelitinya. Adapun metode penelitian yang penyusun gunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif analitik. Metode diskriptif analitik diperoleh melalui data-data yang bersumber pada hasil observasi, hasil wawancara, telaah pustaka, dokumen-dokumen PKS, media massa, serta sumber-sumber lain yang mendukung. Penelitian lapangan (field research) ini menggunakan pendekatan sosio-politik, dalam artian, suatu masalah dipandang berdasarkan sisi sosial kemudian dikaitkan dengan politik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, transformasi PKS dilakukan dengan cara mewacanakan diri menjadi partai terbuka (inklusif) dengan slogan PKS untuk semua pada Mukernas PKS di Bali tahun 2008, kemudian dipertegas dalam Munas II PKS di Jakarta pada tahun 2010. PKS melakukan transformasi dilatarbelakangi oleh keinginan PKS untuk menghilangkan stigma eksklusif oleh sebagian masyarakat kepada dirinya. Selain itu, PKS juga ingin memperluas segmentasi pemilihnya, dari yang semula hanya kalangan muslim kemudian diperluas ke non muslim. Dengan demikian, PKS berharap perolehan suaranya akan semakin meningkat. Hal ini seiring dengan target PKS untuk menjadi tiga besar dalam pemilu 2014. Kedua, bentuk-bentuk transformasi yang PKS kembangkan antara lain: (1) PKS mengamandemen AD/ART-nya yang mengakomodir kalangan non muslim untuk bisa menjadi anggotanya. (2) PKS semakin memperluas jaringan kerja samanya dan bersikap terbuka terhadap partai-partai sekuler. Bahkan PKS juga membuka hubungan dengan luar negeri, seperti: Partai Buruh Australia, Partai Komunis Cina, Parlemen Kanada, dan lain sebagainya. (3) Dalam hal strategi kontekstual, pandangan politik PKS lebih terbuka. (4) Platform dan program kerja PKS lebih diperinci dan diperjelas. Hal ini ditempuh PKS agar platformnya dapat dipahami oleh semua kalangan dan lebih menyentuh ke seluruh lapisan masyarakat. (5) PKS mengembangkan kurikulum pengkaderannya agar mampu mencetak muslim-negarawan agar selain alim juga peka terhadap lingkungan dan mampu memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa. (6) para pengurus PKS yang menjabat sebagai DPP ditempatkan di posisi yang strategis dalam lembaga legislatif. Hal ini ditempuh karena PKS ingin memberi pengaruh besar terhadap setiap pengambilan kebijakan publik. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. Rizal Qosim, M.Si 2. Subaidi Qomar, S.Ag., M.Si.
Uncontrolled Keywords: transformasi, PKS, partrai inklusif
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6589

Actions (login required)

View Item View Item