PRAKTIK PEMBAGIAN HARTA WARISAN PADA KELUARGA BEDA AGAMA (STUDI KASUS DI DESA GIRIKARTO KEC. PANGGANG GUNUNGKIDUL)

AMRULLAH - NIM. 07350028, (2011) PRAKTIK PEMBAGIAN HARTA WARISAN PADA KELUARGA BEDA AGAMA (STUDI KASUS DI DESA GIRIKARTO KEC. PANGGANG GUNUNGKIDUL). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Hukum Islam melingkupi seluruh segi kehidupan umat manusia di permukaan bumi Allah ini. Di antaranya adalah aturan tentang harta warisan, yaitu harta dan pemilik yang timbul sebagai akibat dari suatu kematian. Dalam prosesnya tersebut mmemerlukan aturan tentang siapa yang berhak menerimanya, berapa jumlahnya, dan bagaimana caranya. Namun berdasarkan penelitian awal yang penyusun lakukan di Desa Girikarto Kecamatan Panggang Gunungkidul bahwa ada penyimpangan dalam pembagian harta warisan, yaitu ahli waris yang beragama Budha mendapat bagian warisan dari pewaris yang beragama Islam. Secara agama, penduduk Girikarto terbilang plural dimana ada agama Islam, agama Kristen, agama Katholik, dan agama Buddha. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan field research dan studi kasus, bersifat deskriptif-analitis, untuk pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen, observasi, dan interview. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan analisis kualitatif dengan kerangka berfikir induktif dan deduktif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif-Sosiologis. Untuk merespon faktor pendukung dari praktik tersebut, dikaitkan dengan teori tentang sikap yaitu; kognitif, afektif, dan konotatif. Dan untuk merespon alasan dari praktik tersebut menggunakan teori fungsi keluarga yaitu; fungsi pengaturan keturunan, fungsi ekonomi, fungsi penentuan status, fungsi pemeliharaan, dan fungsi afeksi. Dari pengumpulan data tersebut penyusun menemukan faktor yang mendukung dari praktik pembagian warisan tersebut antara lain; Pertama, kurangnya pemahaman keagamaan khususnya mengenai hukum kewarisan Islam. Kedua, tardisi turun-temurun yang hidup dalam masyarakat setempat mengenai pembagian harta warisan kepada semua ahli warisnya secara merata dan seadil-adilnya dan berdasarkan kesepakatan. Tanpa membedakan ahli waris Islam atau bukan, semua mendapat hak yang sama. Ketiga, sikap keluarga beda agama di Desa Girikarto yang menganggap perbedaan agama tidaklah menjadi penghalang mendapatkan warisan dikarnakan agama memiliki posisi tersendiri dalam kehidupan mereka. Semua anggota keluarga diberi kebebasan dalam memilih keyakinan (agama). Tidak ada perbedaan antara anggota keluarga yang beragama Islam maupun non-Islam. Selama masih satu keluarga, bagi mereka berhak untuk mendapat harta warisan. Sedangkan alasanya lebih menjaga keutuhan keluarga yang tercermin dalam fungsi keluarga. Dalam proses pembagian harta warisan tersebut tidak menggunakan hukum Islam. Hanya berdasarkan adat atau tradisi yang sudah berjalan yaitu dengan musyawarah keluarga dan tidak ada perbedaan pembagian antara ahli waris muslim dan nonmuslim. Apabila dilihat dari hukum Islam, praktik yang berlaku pada keluarga beda agama di Desa Girikarto tersebut tidak diperbolehkan mengingat ketentuan dari terhalangnya seseorang mendapatkan hak waris di antaranya adalah perbedaan agama, keuali apabila dilakukan dengan hadiah, hibah dan wasiat. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. Supriatna, M.Si. 2. Riyanta, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: kewarisan, ahli waris, beda agama, dan penghalang kewarisan.
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6593

Actions (login required)

View Item View Item