FAKTOR PENYEBAB SERTA DAMPAK PERNIKAHAN DINI DI DESA SADANG KULON KECAMATAN SADANG KAB. KEBUMEN

ANDI SISWANTO - NIM. 04350051, (2011) FAKTOR PENYEBAB SERTA DAMPAK PERNIKAHAN DINI DI DESA SADANG KULON KECAMATAN SADANG KAB. KEBUMEN. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan untuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Menurut Wahbah az-Zuhaili dalam kitabnya al-Fiqh al- Islami wa adillatuh bahwa pernikahan adalah akad yang telah ditetapkan oleh syara' agar seorang laki-laki dapat mengambil manfaat untuk melakukan istimta' (persetubuhan) dengan seorang wanita atau sebaliknya. Hanya mereka yang telah dewasa saja yang secara umum dapat melewatinya, sedangkan mereka yang belum dewasa, belum siap menerima beban seberat ini. Akan tetapi, dalam keseharian, peristiwa perkawinan usia dini sering kali ditemukan, terutama di dalam masyarakat pedesaan atau masyarakat berpendidikan rendah. Alasan yang dilontarkan dalam perkawinan ini adalah kesulitan ekonomi, serta kebisaaan adat yang terjadi pada keluarga yang merasa malu mempunyai anak gadis yang belum menikah di usia dua belas sampai lima belas tahun bahkan lebih rendah lagi. Seperti yang terjadi di Desa Sadang Kulon, Kecamatan Sadang, Kabupaten Kebumen. Pada penelitian ini, peneliti berusaha mengungkap faktor penyebab serta dampak-dampak yang yang ditimbulkan dari pernikahan dini di wilayah tersebut. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian lapangan (field research), sifat penelitiannya adalah deskriptif analitik. Obsevasi, dokumentasi serta wawancara di sini peneliti gunakan untuk memperoleh data. Sedangkan pendekatan yang dipakai adalah pendekatan normatif sosiologis. Desa Sadang Kulon merupakan desa terpelosok, jauh dari perkotaan, bahkan tidak ada angkutan desa. Mayoritas masyarakat desa ini bertani. Sebagian besar masyarakat desa ini hanya lulusan Sekolah Dasar, bahkan ada yang tidak sekolah. Menurut pengamatan penyusun, di desa tersebut menunjukkan bahwa ditemukan banyak sekali kasus pernikahan yang dilakukan oleh calon mempelai dengan usia di bawah batas minimal standar usia yang telah diatur dalam Undang-Undang Perkawinan. Proses pelaksanaanyapun terkesan dipaksakan, sehingga yang terjadi adalah manipulasi umur calon mempelai agar pernikahan bisa sah secara Undangundang dan bisa dicatatkan. Alasan yang melatar belakangi pernikahan dini pada daerah tersebut, diantaranya karena faktor tradisi, ekonomi, rendahnya animo masyarakat terhadap pendidikan, perjodohan, hasrat pribadi, hamil di luar nikah dan faktor agama yaitu takut terjerumus daam jurang perzinaan. Sedangkan dampaknya adalah kekurang harmonisan mereka dikarenakan kekurang dewasaan mereka ketika menghadapi persoalan-persoalan yang muncul dalam perjalanan kehidupan rumah tangga. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Prof. Dr. Khoiruddin Nasution, MA. 2. Hj. Fatma Amilia, S. Ag., M.Si.
Uncontrolled Keywords: pernikahan dini, Undang-Undang Perkawinan, hamil di luar nikah, perzinaan
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6594

Actions (login required)

View Item View Item