NIKAH LUSAN DI DESA SRIBIT KECAMATAN SIDOHARJO KABUPATEN SRAGEN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT

ANIS PUJI HASTUTI - NIM. 07360048, (2011) NIKAH LUSAN DI DESA SRIBIT KECAMATAN SIDOHARJO KABUPATEN SRAGEN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM ADAT. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Perkawinan merupakan suatu akad yang menghalalkan seorang laki-laki dengan seorang perempuan untuk melakukan persetubuhan sekaligus sebagai ikatan lahir batin diantara mereka untuk hidup bersama secara sah dan untuk membentuk keluarga kekal, tentram, serta bahagia. Di Desa Sribit terdapat larangan nikah lusan yaitu pernikahan antara anak pertama laki-laki maupun perempuan dengan anak ketiga laki-laki maupun perempuan yang tidak ada hubungan nasab. Prinsip-prinsip hukum yang ada dalam al-Qur'an mengatur kehidupan secara global, sedangkan hadis berfungsi menerangkan maksud dari ayat-ayat al-Qur'an serta membentuk hukum. Dalam al-Qur'an dan hadis tidak ada yang menjelaskan tentang larangan nikah lusan. Sedangkan dalam hukum adat larangan nikah meliputi karena hubungan kekerabatan, karena perbedaan kedudukan. Pada dasarnya nikah lusan bukan termasuk larangan nikah hukum adat dan larangan nikah hukum Islam melainkan itu hanya kepercayan sebagian dari masyarakat karena merupakan petuah orang tua yang berlaku secara turun temurun di Desa Sribit. Larangan ini tidak bersifat mutlak melainkan hanya sebuah teguran dan teguran masih sangat dipegang oleh tokoh masyarakat yang bersangkutan. Dalam hal pelanggaran tidak didapatkan sanksi yang diberikan oleh masyarakat maupun tokoh masyarakat yang bersangkutan. Larangan nikah lusan yang ada di Dusun Sribit adalah sebuah adat istiadat biasa yang tidak memiliki sifat hukum dan bukan merupakan hukum adat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yamg bersifat deskriptif komparatif, penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan ada tidaknya perbedaan secara signifikan nilai-nilai dua kelompok atau lebih, yaitu antara hukum Islam dan hukum adat di Desa Sribit Sidoaharjo Sragen. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pendekatan normatif dan yuridis. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan interview. Berdasarkan data-data yang diperoleh dari lapangan khususnya dari hasil wawancara terhadap pelaku, masyarakat,dan para sesepuh ternyata praktek nikah lusan dipengaruhi faktor cinta, faktor pendidikan, faktor agama. Larangan nikah lusan secara normatif tidak sesuai dengan hukum Islam dan hukum adat. Kesimpulan tersebut dapat berdasarkan kepada: pertama, Islam tidak melarang perkawinan berdasarkan urutan kelahiran anak dalam keluarga. Kedua, dalam kitab-kitab fiqh dijelaskan dengan rinci bentuk-bentuk pernikahan yang dilarang yaitu nikah mut'ah, nikah takhlil atau muhallil, larangan nikah karena hubungan nasab, larangan nikah bagi orang yang beristri empat dan nikah karena berlainan agama. Ketiga, Urf atau adat kebiasaan yang dijadikan dalam penetapan hukum hanyalah 'Urf yang tidak bertentangan dengan dalil syara', tidak menghalalkan yang haram maupun sebaliknya dan tidak melarang yang dibolehkan. Adat istiadat di Desa Sribit atas larangan nikah lusan bukan dilandasi atas dasar menambah atau mengurangi rukun-rukun dalam Syariat Islam. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. Abd. Halim., M.Hum. 2. Witriani, SS., M.Hum.
Uncontrolled Keywords: nikah lusan, perkawinan, kelahiran anak dalam keluarga, Adat istiadat
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6596

Actions (login required)

View Item View Item