KEDUDUKAN SANTUNAN ASURANSI JIWA DALAM HUKUM KEWARISAN ISLAM DAN HUKUM POSITIF

BADRU SHOFAR PAMANGKU PROJO - NIM. 07360070, (2011) KEDUDUKAN SANTUNAN ASURANSI JIWA DALAM HUKUM KEWARISAN ISLAM DAN HUKUM POSITIF. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Asuransi jiwa merupakan salah suatu asuransi yang penting bagi keluarga, yaitu salah satu asuransi yang bertujuan untuk menanggung orang terhadap kerugian finansial tidak terduga yang disebabkan karena meninggalnya terlalu cepat atau terlalu lama. Di masa modern sekarang ini, jasa perasuransian makin dirasakan baik oleh perorangan maupun dunia usaha. Asuransi jiwa tidak menjamin bahwa kematian itu tidak akan terjadi, juga tidak memberikan jaminan kepada peserta asuransi bahwa ia akan hidup lebih lama atau sebaliknya. Apa yang dilakukan ialah meyakinkan bahwa kerugian finansial sebagai akibat penderitaan suatu kematian akan ditanggung sebagian atau seutuhnya sesuai dengan perjanjian diawal oleh kedua belah pihak, yakni Apakah santunan asuransi jiwa merupakan harta peninggalan dan Siapa saja yang berhak atas santunan asuransi jiwa menurut Hukum Islam dan hukum perdata Indonesia. Untuk menjawab pemasalahan di atas, maka penyusun menggunakan penelitian berupa kategori kepustakaan (library reseach), dengan metode normatif, yaitu pendekatan berdasarkan al-Qur'an dan al-Hadis, penafsiran atas ayat-ayat dalam al-Qur'an, pendapat para ulama dan sarjana dalam buku-buku fiqh maupun u amp;#7779;h amp;#363;l fiqh bahkan pendekatan yuridis, yaitu suatu pendekatan berdasarkan pada perundang-undangan, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Penelitian dalam karya ilmiah ini bersifat deskriptif-komparatif, yakni penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan data kemudian dianalisis lalu diambil suatu kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan Hukum Kewarisan Islam dan Hukum Positif dalam prihal asuransi jiwa, pada dasarnya santunan atau uang pertanggungan asuransi jiwa merupakan harta peninggalan bukanlah sesuatu yang mustahil. Hal itu dikarenakan bahwa premi yang dibayarkan oleh tertanggung kepada penanggung adalah hasil usaha tertanggung sewaktu masih hidup. Kemudian premi-premi tersebut dikelola oleh perusahaan asuransi dan berubah bentuk menjadi hak-hak yang mempunyai nilai kebendaan sehingga hak tersebut merupakan harta peninggalan (tirkah). Sedangkan ahli waris yang tercantum dalam polis hanya bersifat simbolik semata, karena dalam hukum Kewarisan Islam yang termasuk ahli waris dari harta peninggalan si mayit adalah hak semua ahli waris selama tidak terhalang untuk menerima harta peninggalan tersebut sesuai dengan ketentuan syara'. Namun apabila semua ahli waris merelakan harta peninggalan tersebut diberikan kepada ahli waris yang tercantum dalam polis, dan ahli waris yang tercantum dalam polis hanya simbolik saja dengan tujuan untuk mengamankan harta warisan dan untuk menghindari supaya tidak berebutan antara para ahli waris dalam memperoleh haknya., maka hal itu adalah sah. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Budi Ruhiatudin, SH., M.Hum. 2. Fathurrahman, S.Ag., M.Si.
Uncontrolled Keywords: uang pertanggungan asuransi jiwa, harta peninggalan (tirkah), ahli waris, hukum Kewarisan Islam
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6601

Actions (login required)

View Item View Item