MENCEGAH MUDHARAT DALAM TRANSAKSI E-COMMERCE (PERSPEKTIF HUKUM ISLAM)

BADRU ZAMAN - NIM. 03380420, (2011) MENCEGAH MUDHARAT DALAM TRANSAKSI E-COMMERCE (PERSPEKTIF HUKUM ISLAM). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan e-commerce di negara berkembang seperti Indonesia semakin mengokohkan diri. Dukungan ini tentu saja berkat respon positif dari pemerintah amp;#8212;beberapa tahun lalu amp;#8212;dengan kehadiran Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE. Peraturan tersebut juga didasari dari perkembangan dan kemajuan Teknologi Informasi yang demikian pesat, sehingga menyebabkan perubahan kegiatan kehidupan manusia dalam berbagai bidang, yang secara langsung telah mempengaruhi lahirnya bentuk-bentuk perbuatan hukum baru. Dengan UU ITE, secara khusus hal-hal yang menyangkut keabsahan dan pembuktian, mendapatkan kejelasan hukum bagi penyelenggara Teknologi Informasi, khususnya pelaku e-commerce. Sebuah sistem hukum bukan hanya berfungsi untuk menghakimi, tapi juga mencegah peluang terjadinya tindakan kejahatan. Fungsi Undang-Undang harus memiliki kekuatan hukum yang tetap dan mengikat, tidak bersifat statis mengikuti setiap kondisi sistem keamanan e-commerce. Meski demikian, dalam penelitian ini, ada sejumlah aturan dalam perangkat hukum tersebut yang tidak memiliki kejelasan seperti; keamanan, kesusilaan dan penyelesaian sengketa. Dari celah peraturan tersebut, dapatlah diukur pula tingkat kesehatan sebuah sistem e-commerce di Indonesia, sehingga menghasilkan beberapa kesimpulan yang berbeda dengan realitas. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan studi literatur. Sesuai dengan tema yang diajukan, metodologi yang digunakan antara lain; tinjauan hukum positif, ushul fiqh dengan kaidah dharuriyat untuk kejelasan hukum Islam. Adapun studi sistem keamanan menjadi pelengkap untuk menganalisa segala hal terkait celah kekurangan dalam sistem keamanan e-commerce. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa UU ITE Tahun 2008, tidak sepenuhnya dapat memberikan fungsi perlindungan. Masih terdapat gejala yang dapat menimbulkan peluang kemudharatan. Namun begitu, dharurat e-commerce masih dapat ditanggulangi. Beberapa sistem keamanan yang rawan, tidak dapat dihapuskan begitu saja (yuzal bi al-dirar), karena menyangkut pertimbangan kebiasaan ('urf) dan kebutuhan masyarakat (dharurat). Wilayah tertentu dari lemahnya sisi perlindungan, tidak meliputi keseluruhan kelemahan sistem yang akut. Pada akhirnya perlu upayaupaya yang bersifat rekonstruktif dan preventif, guna mempertahankan kelangsungan e-commerce pada masa mendatang. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Dr. Hamim Ilyas, M.A. 2. Drs. Makhrus Munajat, M.Hum.
Uncontrolled Keywords: E-commerce, dharuriyat, UU ITE, Tindakan Preventif
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6602

Actions (login required)

View Item View Item