PENYIMPANGAN KEWAJIBAN NAFKAH SUAMI YANG BERPOLIGAMI DI KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN

ENY SETIAWATI - NIM. 07350062, (2011) PENYIMPANGAN KEWAJIBAN NAFKAH SUAMI YANG BERPOLIGAMI DI KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Dalam hukum Islam dan Perundang-undangan membolehkan perkawinan poligami dengan syarat yang cukup ketat bagi yang ingin melakukannya, yakni adil terutama dalam membagi harta (materi) dan cinta. Bahwa seorang laki-laki yang melakukan perkawinan poligami harus mampu mencukupi nafkah istri-istri dan anak-anaknya, serta mampu berbuat adil. Mempunyai penghasilan yang dapat menjamin kesejahteraan istri-istri dan anak-anaknya dapat dibagi dua keluarga secara seimbang Pada kenyataanya Suami yang berpoligami di Kecamatan Paciran mempunyai latar belakang penghasilan yang tidak menentu dan kurang bisa menjamin kebutuhan atau kesejahteraan istri-istri dan anak-anaknya, sehingga kemampuan suami dalam membagi nafkah untuk dua keluarga sangat minim. Hal ini menyebabkan istri-istri harus bekerja di luar rumah untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan anak-anaknya, kurangnya kesiapan yang dilakukan oleh suami yang ingin melakukan perkawinan poligami baik secara materi maupun bathiniah, akan banyak menimbulkan kesengsaraan bagi istri-istrinya. Berangkat dari fenomena di atas, memberikan daya tarik tersendiri bagi penyusun untuk mengetahui secara lebih mendalam bagaimana praktek pemberian nafkah suami yang berpoligami di Kecamatan Paciran, kemudian dikorelasikan dengan pandangan hukum Islam dan Perundang-undangan terhadap praktek pemberian nafkah suami yang berpoligami di Kecamatan Paciran. Berangkat dari permasalahan di atas penyusun melakukan penelitian lapangan (field research). Sifat penelitian deskriptif analitis yang memberikan gambaran kejadian kemudian menganalisis. pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi, pendekatan masalah mengunakan normatif mengacu pada hukum Islam yang bersumber dari al-Qur'an as-Sunnah dan yuridis pada Perundang-undangan yang ada di Indonesia penulis mengunakan Undang-undang No.1 tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Analisis data mengunakan deduktif induktif. Dari hasil penelitian pada masyarakat Kecamatan Paciran yang melakukan perkawinan poligami, suami kurang bisa mencukupi kebutuhan nafkah secara materil maupun bathiniah. Dari 6 (enam ) keluarga, 4 (empat) di antaranya tidak mampu memenuhi kebutuhan secara materil, karena mempunnyai penghasilan yang tidak menentu, secara bathiniah tidak mampu menyeimbangkan pembagian waktu gilir antar istri-istrinya. Dua keluarga dari pasangan poligami ada yang mampu mencukupi secara materil tetapi tidak mampu mencukupi secara bathiniah. Secara normatif maupun yuridis para pelaku poligami dalam memberi nafkah tidak memenuhi konsep syarat poligami dan kurang bisa menjamin kesejahteraan istri-istrinya. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Samsul Hadi, S.Ag,M.Ag. 2. Drs. Abu Bakar Abak, MM.
Uncontrolled Keywords: perkawinan poligami, kebutuhan nafkah, syarat poligami
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6616

Actions (login required)

View Item View Item