PERAN RUANG SAHABAT KELUARGA YOGYAKARTA SEBAGAI MEDIATOR DALAM PENYELESAIAN

FUAD PERMADI - NIM. 07350054, (2011) PERAN RUANG SAHABAT KELUARGA YOGYAKARTA SEBAGAI MEDIATOR DALAM PENYELESAIAN. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Dalam sebuah bahtera rumah tangga, tidak jarang terjadi konflik-konflik kecil dan berubah menjadi sebuah malapetaka besar yang dapat menyebabkan terjadinya perceraian. Di dalam al-Qur'an telah dijelaskan, apabila terjadi konflik atau syiqaq antara suami isteri hendaklah dilibatkan hakam (pihak ketiga) sebagai juru damai untuk membantu memecahkan konflik keluarga tersebut. Di dalam sistem peradilan kita, hakam lebih dikenal dengan mediasi. mediasi membutuhkan fleksibilitas dan keluwesan dalam pelaksanaannya. Hal ini membuat penyusun merasa tertarik pada sebuah lembaga mediasi swasta yang bernama Ruang Sahabat Keluarga, untuk mendalami efektifitas kinerjanya. Lembaga mediasi swasta jelas tidak terikat pada undang-undang, hanya saja pengaturan mengenai mediasi diatur oleh undang-undang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penyusunan skrispsi ini adalah penelitian lapangan. Adapun teknik pengumpulan data, yaitu melalui wawancara dan dibantu dengan sumber-sumber dari pustaka, sedangkan pendekatan adalah pendekatan normatif dan fenomenologis. Pendekatan Normatif yaitu pendekatan yang didasarkan pada teks-teks Al-Qur'an, Al-Hadis dan kaedah fikih sebagai dasar dan penetapan hukum, sedangkan Fenomenologis memiliki artinya pendekatan yang dilakukan dengan berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi tertentu untuk mengerti apa dan bagaimana fakta dan peristiwa yang terjadi. Dalam menganalisis data-data yang diperoleh, penyusun menggunakan metode kualitatif, melalui pola pikir induktif, yaitu dengan cara menganalisa fakta-fakta yang terjadi pada peranan mediasi yang dilakukan Ruang Sahabat Keluarga yang kemudian diambil kesimpulan umum mengenai hal tersebut, dari kesimpulan itu kemudian akan dianalisa penerapannya dari segi hukum Islam. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa efektifitas mediasi sangat ditentukan oleh mediator yang profesional dan memiliki pengalaman, teknik, metode, serta keterampilan sebagai mediator. Setidaknya setiap mediator memiliki empat keterampilan : Pertama, Keterampilan mengorganisasikan mediasi. Kedua, Keterampilan beruding. Ketiga, Keterampilan memfasilitasi perundingan. Keempat, Keterampilan berkomunikasi. selain itu, mediasi tidak bisa terikat dengan aturan-aturan yang formal dan kaku, karena mediasi membutuhkan fleksibilitas dan keleluasaan. Proses mediasi yang dilakukan Ruang Sahabat Keluarga, dalam menyelesaikan perkara konflik atau perselisihan yang terjadi antara suami istri dan usaha untuk mendamaikannya kembali, dinilai sudah cukup efektif. Hal ini dibuktikan dengan jumlah kasus yang masuk selama 2001 - 2003 yakni sebanyak 513 kasus konflik rumah tangga, hanya 28 kasus yang berakhir sampai ke tahap perceraian. Para konsultan mediatornya pun sudah cukup profesional. Proses mediasi yang dilakukan pun sejalan dengan konsep hakam dalam hukum Islam. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Prof. Dr. Khoiruddin Nasution, M.A. 2. Yasin Baidi, M.Ag.
Uncontrolled Keywords: Mediasi, Hakam, Ruang Sahabat Keluarga.
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6621

Actions (login required)

View Item View Item
Chat Kak Imum