POLIGAMI DI KALANGAN KIAI DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR, SUMATERA SELATAN

IMAM FATAHUDIN - NIM. 07350021, (2011) POLIGAMI DI KALANGAN KIAI DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR, SUMATERA SELATAN. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Poligami merupakan bentuk perkawinan yang hanya diperbolehkan dalam keadaan darurat. Umat Islam berpedoman pada al-Qur'an dan Sunah sebagai landasan dibolehkannya poligami. Dalam al-Qur'an perkawinan ini diberlakukan bagi para suami yang mampu memenuhi segala syarat dan alasan termasuk dapat berbuat adil pada seluruh keluarga. Adil dalam pengertian secara umum dilakukan pada pembagian waktu, ekonomi dan pendidikan kepada istri dan anak-anaknya. Bentuk perkawinan seperti ini pada umumnya jarang dilakukan karena sulitnya syarat yang harus dipenuhi. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir yang mayoritas penduduknya adalah petani dan anak-anaknya banyak yang belajar di pesantren, menarik untuk di teliti karena di wilayah tersebut banyak kiai yang melakukan poligami. Pengaruhnya yang kuat di masyarakat, kiai dengan mudah akan mentranformasikan pola pikirnya kepada anak didiknya. Menarik untuk mengetahui bagaimana pendapat dan praktek poligami yang dilakukan kiai di kabupaten Ogan Komering Ilir. Subyek penelitiannya terdiri dari kiai yang berpoligami dan masyarakat sekitar pesantren. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendapat para kiai tentang perkawinan poligami dan praktek kiai yang melakukan poligami. Penelitian ini dikategorikan pada jenis penelitian kualitatif - deskriptif yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang diamati. Hasil dari data penelitian menunjukkan bahwa kiai mendukung poligami dengan syart-syarat yang telah ditentukan dalam al-Qur'an. Syarat adil yang ditentukan dalam al-Qur'an hanya bersifat lahiriyah saja. Poligami yang dilakukan oleh kiai pada umumnya bertujuan untuk dakwah dan ibadah sesuai dengan sunnah Nabi. Sifat fanatisme yang tinggi pada masyarakat terhadap sosok kiai menjadi salah satu faktor kiai melakukan poligami, sehingga tidak adanya kontrol masyarakat kepada kiai jika mereka melakukan kesalahan. Dari segi hukum Praktek poligami kiai di Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir masih belum terlaksana dengan baik, perkawinan poligami selain dengan isteri kesatu dilakukan secara ilegal, tidak mengikuti hukum Undang-undang No.1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan khususnya yang diatur dalam pasal 2 ayat (2), pasal 4 dan 5 tentang pencatatan pernikahan, pengajuan dan perijinan untuk menikah lebih dari seorang belum terealisasi, sehingga praktek sahnya perkawinan poligami yang dilakukan oleh kiai masih diragukan. Sesungguhnya hukum Islam membolehkan pernikahan poligami dengan ketentuan yang sangat ketat, tidak hanya berdasarkan apa yang tertulis dalam surat an-Nisa' ayat 3 melainkan ayat 129 sunnah Nabi, kaidah usul fiqh dan perundang-undangan. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. Supriatna, M.Si, 2. Hj. Ermi Suhasti, M.Si.
Uncontrolled Keywords: praktek poligami kiai, UU No.1 Th.1974
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6630

Actions (login required)

View Item View Item