TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK PENGHIMPUNAN DANA (SIMPANAN) DARI HASIL USAHA TIDAK HALAL

INTAN NURIL FAUZIAH - NIM. 07380006, (2011) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK PENGHIMPUNAN DANA (SIMPANAN) DARI HASIL USAHA TIDAK HALAL. Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Sebagai sebuah lembaga keuangan, BMT (Baitul Mal wat Tamwil) mempunyai fungsi menghimpun dana dan menyalurkan dana sekaligus. Penghimpunan dana BMT dilakukan dengan berbagai produk dan berbagai cara, salah satunya adalah simpanan wadi'ah dan dengan cara jemput bola. Dengan cara jemput bola tersebut memudahkan para pedagang yang tidak mempunyai cukup waktu untuk menyimpan uangnya di Bank dapat menyimpan uangnya dengan aman di BMT. Sebagai sebuah lembaga keuangan syari'ah, pada dasarnya BMT diharuskan melakukan semua kegiatan yang dilakukannya dengan prinsip-prinsip syariah. Namun pada praktiknya tidak semua BMT dapat melaksanakan kegiatannya sesuai prinsip-prinsip syari'ah yang ada, seperti mengambil uang simpanan dari pedagang daging babi yang mana uang tersebut diketahui berasal dari hasil berdagang daging babi yang tidak halal. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif analitik. Penelitian ini mengambil objek di BMT Khithoh Insani Yogyakarta dan beberapa anggota-nya yang berprofesi sebagai pedagang babi. Dalam praktiknya penelitian ini menggunakan pengamatan di lapangan dan wawancara terstruktur dalam mencari data-data yang dibutuhkan. Masalah yang ada dalam penelitian ini kemudian dianalisis dengan pendekatan normatif dan didasarkan pada kaidah-kaidah fiqih dan prinsip-prinsip fiqih muamalah sebagai kaidah sekunder setelah al-Qur'an dan Hadis untuk mendapatkan jawaban yang realistis dan sesuai dengan syari'ah. Hasil dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa akad simpanan wad amp;#299;'ah antara anggota pedagang daging babi dengan pihak BMT Khithoh Insani adalah batal, dan akibat dari batalnya akad menyebabkan pihak BMT harus mengembalikan uang simpanan tersebut. Hal tersebut didasarkan pada tidak terpenuhinya syarat dari objek akad wadi'ah, yaitu objek akad harus mulia (bernilai) secara syara'. Sedangkan objek dalam akad simpanan wad amp;#299;'ah ini adalah uang hasil berjualan daging babi yang mana uang ini adalah uang haram dan tidak bernilai secara syara', sehingga akad wad amp;#299;'ah menjadi batal dan akad yang batal tidak mempunyai akibat hukum apapun. Dana BMT yang bercampur antara dana tidak halal dari pedagang daging babi dengan dana dari halal anggota lain tidak menyebabkan keseluruhan dana di BMT menjadi haram. Hal ini didasarkan pada pendapat beberapa fuqaha' bahwa percampuran harta haram terbatas dengan harta halal tidak terbatas (mayoritas) tidak menjadikan semua harta menjadi haram. Akibat dari percampuran dana tidak halal anggota pedagang daging babi dengan dana anggota lain yang halal tidak menyebabkan keseluruhan dana di BMT menjadi haram, maka pembiayaan yang diberikan BMT untuk para anggota dan/atau anggota yang mengajukan pembiayaan ke BMT adalah boleh dan tidak haram. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Hj. Fatma Amilia, S.Ag., M.Si, 2. Abdul Mughits, S.Ag., M.Ag.
Uncontrolled Keywords: akad, simpanan wadi'ah, pedagang daging babi, BMT, harta halal, harta haram
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 23:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6635

Actions (login required)

View Item View Item