HADANAH DALAM PERSPEKTIF INPRES RI NO. 1 TAHUN 1991 TENTANG KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN COUNTER LEGAL DRAFT (CLD)

JAMIN - NIM. 07360046, (2011) HADANAH DALAM PERSPEKTIF INPRES RI NO. 1 TAHUN 1991 TENTANG KOMPILASI HUKUM ISLAM DAN COUNTER LEGAL DRAFT (CLD). Skripsi thesis, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Hadanah ialah suatu kegiatan memelihara sekaligus mendidik seorang anak baik itu anak laki-laki maupun perempuan yang belum mumayyiz dan belum dapat berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri, maka ibunyalah yang berhak untuk mengasuhnya dan nafkah merupakan tanggung jawab sang ayah, meliputi berbagai aspek kebutuhan primer dan sekunder si anak hingga ia dewasa, berupa pengawasan dan pelayanan dengan sebaik-baiknya. Persoalan yang akan timbul pasca terjadinya perceraian, meliputi pembayaran mahar yang kurang oleh mantan suami kepada manta isteri, mantan suami tidak berkenan memberi nafkah kepada mantan isteri selama iddah bahkan hadanah juga menjadi persoalan terutama dalam hal pengasuhan anak akibat perceraian, yaitu bagaimana persamaan dan perbedaan pemeliharaan anak dalam perspektif Inpres RI No. 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam dan Counter Legal Draft. Bagaimana konsep amp;#7717;a amp;#7693;anah yang relevan menurut Inpres RI No. 1 Tahun 1991 tentang KHI dan CLD dengan konteks kekinian. Untuk menjawab pemasalahan di atas, maka penyusun menggunakan penelitian berupa kategori kepustakaan (library reseach), dengan metode normatif, yaitu pendekatan berdasarkan al-Qur'an dan al-Hadis, penafsiran atas ayat-ayat dalam al-Qur'an, pendapat para ulama dan sarjana dalam buku-buku fiqh maupun u amp;#7779;h amp;#363;l fiqh bahkan pendekatan yuridis, yaitu suatu pendekatan berdasarkan pada perundang-undangan, Inpres No. 1 Tahun 1991 tentang KHI dan CLD serta Yurisprudensi. Penelitian dalam karya ilmiah ini bersifat deskriptif-komparatif, yakni penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan data kemudian dianalisis lalu diambil suatu kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian menunjukkan Inpres No. 1 Tahun 1991 tentang KHI dan CLD dalam menentukan masalah hadanah ditetapkan berdasarkan al-Qur'an dan al-Hadis serta pendapat imam mazhab yaitu apabila seorang suami dan isteri bercerai serta mempunyai anak yang belum mumayyiz maka anak tersebut ikut dengan ibunya baik itu anak laki-laki maupun perempuan, dengan persyaratan berakal sehat, telah baligh, mampu mendidik, dapat dipercaya dan berakhlak mulia, beragama Islam serta belum kawin dengan laki-laki lain. Jika terjadi perebutan yang sangat serius antara keduanya terhadap hak hadanah si anak yang belum mumayyiz, maka anak tersebut ditetapkan ikut ayah atau ibunya sesuai hasil musyawarah atau putusan Pengadilan Agama dengan prinsip mendahulukan kepentingan sang anak. Hal ini diperkuat dengan sekian aturan yang ada di Indonesia. Sedangkan batasan umur amp;#7717;a amp;#7693;anah terhadap seorang anak yang belum mumayyiz menurut Inpres No. 1 Tahun 1991 tentang KHI dan CLD adalah tidak pasti karena tiada aturan yang menjelaskan dan menerangkan batasan umur amp;#7717;a amp;#7693;anah, hanya berpatokan kepada tingkat kecerdasan si anak tersebut serta tidak ada satu Nash pun yang menjelaskan secara detail dan pasti tentang batasan hadanah tersebut dan para imam mazhab dalam menentukan batasan umur juga atas fatwanya masing-masing bahkan dengan melihat pada kesejahteraan si anak tersebut. CLD merupakan hasil revisi dari pasal-pasal yang terdapat dalam KHI, maka ke duanya saling melengkapi. Sehingga CLD lebih Relevan untuk diterapkan. div

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information / Pembimbing: Pembimbing: 1. Drs. Abdul Halim, M.Hum. 2. Nurainun Mangunsong, SH., M.Hum.
Uncontrolled Keywords: hadanah, Inpres No. 1 Tahun 1991, Counter Legal Draft (CLD), KHI
Depositing User / Editor: Users 1 not found.
Last Modified: 04 May 2012 16:50
URI: http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/6642

Actions (login required)

View Item View Item